Menurut Danny, saat ini tarif internet yang dipasang operator telekomunikasi tanah air masih dalam batas-batas wajar. “Kalau kami masih belum yakin pembatasan tarif bawah diperlukan. Karena selain kualitas, tarif juga menjadi alat dalam berkompetisi. (Hal itu masih) dalam batas-batas yang wajar,” tulis Danny kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat.Alih-alih aturan batas bawah, Danny menilai ada aturan yang lebih mendesak untuk diselesaikan. “Tetapi mekanisme tarif, layanan, dengan memperhitungkan affordability serta landscape kompetisi memang diperlukan.”
Tarif promosi
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun saat ditanya apakah promosi tarif perlu diregulasi, Danny menyatakan bahwa hal tersebut tentu akan sangat sulit diimplementasikan. Terutama terkait pengawasannya. Namun, Tri mengungkap pihaknya tidak masalah jika pemerintah ingin menerapkan aturan tarif promosi ini.
Persaingan sehat
Di luar itu, Danny mengatakan bahwa pemerintah perlu menjaga persaingan industri tetap sehat.
“Yang paling penting, pemerintah bisa membuat industri lebih efisien. Seperti efisiensi pungutan regulatori, efisiensi perijinan, efisiensi pembangunan jaringan dengan penggunaan infrastruktur bersama, dan lain-lain,” pungkasnya.
Sekadar informasi, Indosat melayangkan surat kepada Menkominfo Rudiantara. Surat ini disampaikan karena operator tersebut menilai persaingan tarif data saat ini sudah tidak sehat dan mengancam kelangsungan industri telekomunikasi. Alasannya, harga layanan komunikasi data sangat rendah jauh di bawah harga produksi.