Konsep Liar Mobil Listrik Tesla Model X Pick Up

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Senin, 31/07/2017 16:33 WIB
Konsep Liar Mobil Listrik Tesla Model X Pick Up Tesla X Radar, jadi mobil listrik offroad pertama Tesla. (Dok. carscoops.com (MO AOUN))
Jakarta, CNN Indonesia -- Hingga kini penggemar mobil keluaran Tesla masih menunggu, model pick up perdana dari pabrikan pimpinan Elon Musk itu. Belum lagi keluar, muncul desain liar dari mobil listrik besutan Tesla di segmen tidak biasa, yakni off road.

Dalam pemberitaannya, Carscoops menyebutkan desain itu dibuat oleh Mo Aoun yang mana sudah merombak Tesla Model X secara keseluruhan dari tampak luar. Tidak lupa, kesan liar terlihat dari lumuran lumpur yang meliputi sebagian bodi kendaraan.

Suspensi kendaraan pastinya berbeda, ditambah dengan penggunaan satu set ban besar khas offroad. Sebagian bentuk dari mobil sport utility vehicle (SUV) listrik itu tetap dijaga bentuknya, kecuali bumper bagian depan. Sebagai gantinya, terdapat hidung baru untuk mobil hingga dua kait tow baja.


Terakhir, kesan mobil rally dipunyai Model X melalui rangka baja di bagian atap lengkap dengan lampur sorot LED. Begitu juga lengkungan roda dibuat sedikit menyala, sampai dengan roda cadangan yang diletakan dibreket atas jendela belakang.

Sedianya, mobil ini berdesain kompak dan dapat menampung tujuh penumpang atau tiga baris. Ciri fisiknya, berbentuk crossover namun bongsor dengan velg berukuran 20 inci.

Paling menarik, jika melihat pintu bagian tengah terbuka. Jika kedua sisinya dibuka menyeluruh, tidak ke samping, melainkan ke atas seperti sayap burung. Pintu moda tersebut, biasa dikenal dengan sebutan Falcon Wing.

Mobil sudah sepenuhnya listrik yang disimpan dalam baterai. Dalam satu kali pengisian dari nol sampai penuh selama tujuh jam, mobil dapat menempuh jarak sekitar 380 km. Walau memakai listrik, soal kecepatan mobil diklaim dapat menghasilkan tenaga secara maksimal dalam kecepatan 210 km/jam.

Sedangkan, untuk fitur Autopilot mobil ini tidak menganut sistem self-driving. Fungsinya masih terbatas, yang mana hanya bekerja pada saat lalu lintas padat serta marka jalan jelas. Jadi, dalam kondisi sebaik apapun, pengemudi disarankan tetap duduk di balik kemudi.

Lalu, sistem tersebut juga belum terhubung dengan navigasi di mobil. Peran pengemudi sangat dibutuhkan, tidak bisa hanya mengandalkan dan sekedar mengikuti rute-rute yang disediakan oleh navigasi saat berkendara.

Mobil tersebut juga sudah mulai dipasarkan di Indonesia, dengan bandrol US$200 ribu atau sekitar Rp2,64 miliyar untuk Model X 75D. Harga dapat ditambah sesuai spesifikasi pemesan.