Seperti diketahui, menjadi warga negara suatu negara berarti mengharuskan seseorang tinggal lama di suatu wilayah. Namun, ada potensi bahaya yang mengintai manusia jika harus mendiami luar angkasa dalam jangka waktu lama.
Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN), Thomas Djamaluddin mengungkapkan potensi bahaya yang mungkin akan dihadapi manusia ketika menetap di Asgardia.
Lihat juga:Mimpi WNI Jadi Warga Negara Antariksa |
Menurutnya, tubuh manusia akan semakin lemas ketika hidup untuk jangka waktu lama di lingkungan dengan gravitasi mikro.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, potensi ini menurut Thomas tidak diketahui banyak orang, termasuk masyarakat Indonesia yang telah mendaftar sebagai Asgardian. Dia menilai banyak orang hanya sekadar ikut-ikutan saja mendaftar.
Hingga Kamis (3/8) pagi tercatat ada 293.213 orang yang mendaftar untuk menjadi Asgardian. Indonesia menempati peringkat keempat dengan 18.332 orang yang menunjukkan ketertarikan untuk menjadi warga negara Asgardia.
Sebelumnya, Thomas juga telah menjelaskan bahwa Asgardia menghendaki warganya berasal dari negara yang membolehkan dwi-kewarganegaraan. Hal ini membuat WNI tak mungkin menjadi Asgardian sah secara hukum.
Selain itu, warga yang pindah ke Asgardia diyakininya akan dikenai biaya yang sangat mahal. Sebab, teknologi yang saat ini ada belum mampu menopang koloni manusia dalam waktu sangat lama di luar Bumi. (evn)