Ia mengimbau, sebaiknya sebelum ada insiden tersebut, operator sudah lebih dulu memiliki back-up.
"Itu (satelit bermasalah) menunjukkan satelit itu sudah lama usianya. Jadi sebetulnya mengingatkan kembali kepada teman-teman operator untuk punya back-up," kata Rudiantara di Gedung DPR, Jakarta, Senin (28/8).
Menurutunya, back up dibutuhkan meskipun masalah jarang terjadi, mengingat satelit memiliki risiko tinggi. Risiko yang dimaksudmulai dari peluncuran hingga proses pengoperasiannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, pria yang kerap disapa RA ini menggarisbawahi sikap operator yang perlu memerhatikan risiko dan mempersiapkan back up atas kemungkinan yang tidak diinginkan.
Seperti diberitahakn sebelumnya, satelit Telkom 1 bermasalah sejak Jumat (25/8) sore. Masalah tersebut berimbas pada layanan siaran televisi nasional hingga layanan keuangan dan pengoperasian mesin anjungan tunai mandiri (ATM).
Telkom menggandeng Lockheed Martin, perusahaan keamanan dan kedirgantaraan global untuk memperbaiki masalah tersebut.