Alfons Tanujaya, Antivirus Specialist Vaksincom, menduga sindikat tersebut berhubungan dengan grup Vietnam yang menjadi dalang Vietnam Rose pada 2015. Vietnam Rose adalah bot autopost yang menyerang pengguna Facebook Indonesia dengan postingan yang "menantang".
Bot ini secara otomatis akan mem-posting pada dinding korban dan grup yang diikuti korbannya. Bot memanfaatkan celah keamanan pada aplikasi Facebook di HTC Sense dan BlackBerry Smartphone Apps yang sangat sulit dibasmi administrator Facebook.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada banyak varian Vietnam Rose diselipkan kode pencuri kredensial Facebook di mana pembuatnya menggunakan trik yang canggih di mana dikatakan jika pengakses ingin melihat video porno yang dijanjikan, mereka harus melakukan login menggunakan kredensial Facebook-nya. Alasannya bermacam-macam, dari verifikasi umur atau sistem berpura-pura error sehingga meminta login ulang," ujar Alfons.
Indonesia korban terbesar Vietnam Rose
Dalam data statistik yang dikumpulkan Vaksincom, pengguna Facebook Indonesia menjadi korban terbanyak dibandingkan negara lain meski Indonesia bukan pengguna Facebook terbesar di dunia.
Jika dibandingkan dengan penduduk AS yang klik 681 kali (13 persen), Indonesia menyumbang 2 ribuan klik (38 persen) dalam setiap posting panas Vietnam Rose. Thailand dan India masing-masing hanya mengklik tautan "menarik" ini sebanyak 480 kali (9 persen) dan 162 kali (3 persen).
Menurut Alfons, alasan tingginya jumlah korban Vietnam Rose di Indonesia adalah karena postingan mereka memang sengaja disebarkan di grup-grup Facebook berbahasa Indonesia. Selain itu, dibandingkan negara lain, pengguna Facebook Indonesia masih tertarik dengan posting-an pornografi.