Cristiano Ronaldo Diduga Jadi Korban Peretasan Instagram

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Sabtu, 02/09/2017 16:34 WIB
Cristiano Ronaldo Diduga Jadi Korban Peretasan Instagram Ilustrasi (Reuters/Kacper Pempel)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peretas sejumlah akun Instagram memperjualbelikan data yang mereka curi di sebuah situs. Data yang diperdagangkan itu termasuk alamat email dan nomor ponsel pengguna. Beberapa akun milik pesohor dunia mulai dari Presiden Amerika Serikat hingga pesepak bola Cristiano Ronaldo diduga menjadi korban.

Laporan CNN menyebutkan peretas berhasil menggondol data pribadi pengguna tepat sebelum Instagram menutup celah keamanannya.

Situs milik peretas ini diubah selayaknya pusat data. Pengunjung laman bisa mencari data semua pengguna Instagram yang data hasil curian itu.
Lebih dari itu, peretas menjual setiap data tersebut dengan harga 10 dolar AS dalam bentuk bitcoin untuk setiap pencarian. Untuk mengaksesnya, diperlukan aplikasi peramban khusus.


"Kami punya sejumlah akun terkenal, akun biasa, dan akun milik selebriti yang sangat terkenal," ungkap seorang pengelola situs penjual data curian itu kepada CNN, Sabtu (1/8).

Kelompok peretas mengklaim memegang informasi pribadi dari 6 juta akun. Beberapa data berhasil dikonfirmasi kebenarannya setelah dibandingkan dengan akun Instagram yang ada.
Alamat email dan nomor ponsel yang jatuh ke tangan orang asing cukup mengkhawatirkan. Sebab dengan kedua hal itu saja seseorang bisa mengambil alih kartu SIM dan merebut akses akun media sosial.

Laman Daily Beast melaporkan situs penjual data akun Instagram ini bernama Doxagram. Doxagram diduga memiliki data dari 50 akun terpopuler di Instagram.

Beberapa nama figur terkenal yang diduga jadi korban peretasan ini adalah pesepakbola Cristiano Ronaldo, selebriti Jennifer Lopez, dan National Geographic. Bahkan akun Presiden Amerika Serikat pun diduga turut jadi korban.
Laporan Daily Beast melaporkan akun itu didaftarkan atas nama Dan Scavino. Scavino adalah direktur media sosial dan asisten Presiden AS.

Peretasan ini bermula ketika akun Selena Gomez mengunggah foto bugil Justin Bieber. Hasil penyelidikan Instagram menyebutkan celah keamanan berupa 'bug' berhasil dimanfaatkan peretas. Mereka menduga serangan hanya mengincar akun-akun terkenal seperti dari kalangan selebriti.

Namun baru-baru ini Instagram mengaku bahwa peretasan tak hanya menyerang akun-akun populer tapi juga akun normal.

"Setelah analisis lanjutan, kami menyimpulkan isu ini juga berpotensi berdampak ke beberapa akun non-terverifikasi," ujar juru bicara Instagram seperti dikutip dari Mashable, Sabtu (2/9). (stu)