Detik-detik Terakhir Kehidupan Wahana Antariksa Cassini

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Senin, 18/09/2017 16:32 WIB
Detik-detik Terakhir Kehidupan Wahana Antariksa Cassini Sebelum purnatugas, wahana antariksa Cassini telah melalui misi mengitari Planet Saturnus. (Foto: NASA/Handout via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Andrew P Street menjadi salah satu dari 30 orang yang dipilih untuk memantau misi terakhir wahana antariksa Cassini mengitari Planet Saturnus. Masa hidup Cassini milik NASA ini berakhir pada Jumat (15/9) pagi waktu AS setelah 20 tahun mengamati Saturnus.

Street menyebut pengalaman ini sebagai hal yang menakjubkan bagi seseorang yang terobsesi dengan ilmu antariksa. Jurnalis asal Australia ini mengatakan, sejumlah staf yang telah berdedikasi puluhan tahun pun cukup berduka ketika mengetahui tugas Cassini telah berakhir.

"Terdengar hembusan napas dalam-dalam, lalu diam. Tidak ada yang melakukan kontak mata," ujar Street seperti dikutip dari The Guardian.


Saat sinyal Cassini mulai menghilang, sempat terjadi guncangan di radio X. Menurut Street, goncangan itu sempat melonjak beberapa detik hingga kemudian stabil.

Beberapa detik kemudian, transmisi radio S yang lebih kuat melakukan hal yang sama hingga akhirnya hilang kontak. Ia menganalogikan hilangnya sinyal Cassini ini seperti alat monitor jantung yang berubah datar.

"Saat itu Cassini hanya kabut atom yang mengambang di antara puncak awan dan berputar-putar di Saturnus," katanya.

Street mengaku telah mengikuti misi ini sejak awal. Saat itu tahun 1997 ketika internet belum semudah sekarang, ia berusaha mendapatkan informasi tentang peluncuran hingga setiap detil perjalanan panjang ke Saturnus melalui perputaran gravitasi Venus, Bumi, dan Jupiter.

"Saya mengagumi apa yang berhasil dilakukan Cassini dengan penemuan tujuh bulan baru, pemetaan cincin Saturnus, penemuan samudera metana di Titan, dan penemuan geyser air yang mengejutkan di Enceladus," tuturnya.

Cassini meluncur dari Bumi pada 1997. Wahana antariksa seukuran bus ini menggunakan tenaga nuklir untuk bahan bakarnya. Butuh tujuh tahun agar Cassini mencapai orbit Saturnus.

Cassini resmi 'dibebastugaskan' pada Jumat (15/9) pagi waktu AS. Sebelum purnatugas, Cassini diprogram mengirimkan foto-foto Saturnus ke markas NASA.

Alasan berhentinya Cassini mengangkasa lantaran stok bahan bakar yang menipis. Jika NASA membiarkan wahana ini kehabisan bahan bakar, maka ia berpotensi kehilangan kendali atas wahana senilai US$3,26 miliar (sekitar Rp43,2 triliun).