Sejak saat itu, banyak penelitian mengenai Planet 9 yang telah diproduksi untuk membuktikan keberadaan planet ini. Pasalnya, jaraknya yang jauh tidak memungkinkan umat manusia untuk langsung mengamatinya.
Penelitian terbaru telah berhasil menganalisis pembentukan Planet 9. Menurut penelitian yang dilakukan oleh tim yang dipimpin Dr. Richard Parker dari Universitas Sheffield Jurusan Fisika dan Astronomi dan ETH Zurich berjudul "Was Planet 9 Captured in the Sun’s Natal Star-Forming Region?", Planet 9 dibentuk di sekitar Matahari sebelum akhirnya bergeser jauh ke belakang.
Para peneliti membuat simulasi yang menampik bahwa Matahari menangkap Planet 9 dari Sistem Tata Surya lain ketika dia masih menjadi bintang muda. Planet 9 memiliki ukurang yang paling tidak 10 kali lebih besar dari Bumi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena ukurannya yang sangat besar, tampaknya tidak mungkin Planet 9 terbentuk di lokasinya saat ini. Para astronom berpendapat bahwa dia bisa jadi terbentuk lebih dekat dengan Matahari atau ditangkap dari sistem bintang lain miliaran tahun yang lalu.
Untuk mendapatkan jawaban apakah Planet 9 terbentuk dekat Matahari atau "tersangkut" dari sistem bintang lain, ilmuwan membuat simulasi ketika Bima Sakti masih dalam tahap awal pembentukan. Dari sana, tim menemukan bahwa kondisinya tidak memungkinkan bagi Matahari untuk menangkap planet lain dari bintang lain.
Secara keseluruhan, simulasi mereka menunjukkan bahwa dengan orbit seperti Planet 9, hanya 5 - 10 dari 10.000 planet yang akan ditangkap saat Tata Surya masih muda. Dari sana, para ilmuwan meyakini Planet 9 terbentuk lebih dekat ke Matahari namun perlahan bermigrasi ke posisinya saat ini di belakang Neptunus.
Penelitian ini sangat berguna untuk riset asal muasal alam semesta. Hasil dari penelitian ini juga memunculkan pertanyaan baru yang kembali harus dipecahkan umat manusia, seperti bagaimana planet memiliki orbit mereka saat ini dan apakah orbit memiliki peran penting.