Kudo Kemungkinan Akan Lebur dengan Aplikasi Grab

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Jumat, 06/10/2017 07:13 WIB
Kudo Kemungkinan Akan Lebur dengan Aplikasi Grab Ilustrasi Grab saat akuisisi Kudo. CEO Kudo utarakan kemungkinan layanan Kudo terintegrasi dengan Grab dan GrabPay (dok. Grab Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia --
Grab telah mengakuisisi Kudo sejak April tahun ini. Namun hingga saat ini layanan dan aplikasi keduanya masih berjalan sendiri-sendiri.

Merespons soal itu, CEO Kudo Albert Lucius mengatakan ada pertimbangan ke arah penggabungan aplikasi. Namun dirinya mengaku belum tahu apakah itu akan sungguhan terealisasi.

"Ini masih sedang dalam pengerjaan, tapi saya enggak tahu gimana ke depannya karena ini lebih ke strategi," kata Albert kepada CNNIndonesia.com di Jakarta, Kamis (5/10).

Albert tak menampik ada pembicaraan peyatuan aplikasi Grab dengan Kudo. Namun ia berkata mereka tak terlalu mengerahkan seluruh perhatian ke sana, melainkan kepada layanan yang bisa menjangkau puluhan jaringan mereka yang telah terbangun.


"Bagaimana kita menggabungkannya apakah dalam satu aplikasi atau dua aplikasi itu belum final," imbuh Albert.

Hal yang sama juga terjadi pada platform pembayaran digital GrabPay. Albert mengatakan pihaknya masih mengerjakan integrasi antarsistem. Ia tak ingin produk baru yang mereka lahirkan nanti lahir prematur.

"Kita mau pastikan masuk ke pasar dengan benar," tegas Albert.
Di sisi lain Kudo juga tengah merampungkan sistem payment gateway yang mereka gunakan sebelumnya ke sistem baru nanti.

Sebelumnya, Grab bermasalah mengembangkan GrabPay sebagai solusi pembayaran nontunai di ekosistem teknologi mereka. Hal ini terjadi karena pengemudi mengeluhkan soal lamanya di proses pencairan komisi yang dibayar lewat GrabPay. Karenanya, mereka cenderung emoh menerima pesanan penumpang yang memakai GrabPay.

Belakangan, Grab berusaha memperbaiki proses pencairannya tersebut, hingga idealnya pengemudi bisa langsung lakukan pencairan di hari yang sama.