"Di era 'berita bohong' [...] 61 persen konsumen Indonesia dengan senang hati mempercayai informasi yang mereka peroleh," demikian tertulis dalam siaran pers Kantar TNS yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (19/10).
Angka tersebut didapat berdasarkan survei yang dilakukan Kantar TNS dalam riset Connected Life 2017.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Hoax adalah Kita? |
Tak peduli data pribadi
Hanya 22 persen konsumen Indonesia yang peduli ketika brand meminta data pribadi. Padahal 43 persen konsumen global begitu kritis saat dimintai data pribadi. Sebanyak 59 persen konsumen Korea menyatakan segan berikan data pribadi.
Data pribadi juga bisa dikumpulkan lewat pemantauan pengguna lewat perangkat yang terhubung dengan internet. Misal lewat smartphone, jejak berinternet di peramban, hingga berbagai perangkat IoT.
Dengan demikian, konsumen Indonesia dinilai belum menyadari adanya risiko dibalik dari gaya hidup serba terhubung ini. Padahal, konsumen di negara lain skeptis terhadap cara perusahaan menggunakan data pribadi mereka.
Suka chatbot
Gaya hidup konsumen Indonesia yang erat dengan perangkat mobile, membuat konsumen gemar mengobrol dengan chatbot online (45 persen) ketika berhubungan dengan brand. Sementara hanya 17 persen konsumen yang merasa brand perlu memiliki kehadiran offline.
Segan bayar online
Meski gaya hidup konsumen Indonesia sangat terhubung dengan perangkat mobile, namun ketika berbicara soal pembayaran konsumen Indonesia sangat konvensional.
Sebagian besar konsumen masih mengandalkan pembayaran tunai dan peer-to-peer (menggunakan perantara transfer dana pihak ketiga). Hanya 18 persen konsumen Indonesia yang bersedia melakukan pembayaran melalui ponsel.
Lihat juga:Aturan Uang Elektronik Digugat ke MA |
Survei Kantar TNS dilakukan terhadap 70.000 orang di 56 negara dan melakukan 104 wawancara mendalam. Ini adalah bagian dari riset Connected Life 2017. Riset tersebut mencari tahu mengenai kepercayaan konsumen terhadap brand yang berkaitan dengan empat tema: teknologi, konten, data, dan e-commerce. (eks)