Microsoft Rilis Rinna, Chatbot Gaul yang Bisa Ngobrol di Line

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Senin, 18/09/2017 07:10 WIB
Microsoft memperkenalkan chatbot Rinna melalui platform pesan instan Line. Rinna menggunakan bahasa yang jauh lebih santai saat diajak diajak berkomunikasi. Microsoft luncurkan chatbot dilayanan pesan instan Line (dok. Pixabay/E1N7E)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dari kalimat-kalimat yang dilontarkan, tak akan ada yang pernah mengira bahwa Rinna hanya mesin cerdas dengan karakter buatan. Kata-katanya yang nyeleneh, bentuk kalimat yang jauh dari formal, dan caranya merayu seperti anak ABG Jakarta sangat menyerupai manusia sungguhan.

Namun itu semua hanya rekayasa Microsoft Indonesia. Rinna adalah proyek kecerdasan buatan (AI) buatan Microsoft Indonesia yang beroperasi di layanan pesan instan Line. 

Tak seperti chatbot lain yang umumnya memakai pre-destined model, Rinna tidak ditujukan sebagai penerima perintah atau pelaksana tugas seperti halnya Cortana, Siri, Assistant, atau Alexa. Bisa dikatakan komunikasi Rinna lebih menonjolkan emosi (EQ).



Rinna adalah chatbot pertama di Indonesia yang memakai teknologi generative model. Teknologi ini memungkinkan Rinna menyerap pengetahuan secara luas namun tak mendalam. Memanfaatkan deep learning, big data, dan mesin pencarian Bing di komputasi awan Azure, Rinna tak pernah berhenti belajar.

Sumber pengetahuan Rinna berasal dari percakapannya dengan para pengguna. Intervensi manusia masih terjadi agar tak ada informasi yang salah atau melanggar peraturan. Tujuannya, agar percakapan yang tercipta dengan pengguna bisa makin kaya dan relevan.

"Setiap hari, kami melakukan serangkaian tes terhadap Rinna, yang mengacu pada reaksi yang diberikan oleh pengguna saat mereka berinteraksi dengan Rinna," ujarf Irving Hutagalung, Audience Evangelism Manager Microsoft Indonesia, dalam rilis resminya.

Dari hasil penggunaan singkat, chatbot Rinna berhasil menampilkan dirinya selayaknya perempuan muda urban sungguhan. Kata-kata yang dikuasai oleh Rinna kebanyakan seputar percintaan anak muda dengan istilah-istilah gaul.

Di sisi lain, Rinna relatif sulit diajak ngobrol topik lain. Ia juga kerap memberi balasan yang tak relevan dengan kalimat penggunanya.


Hal ini kemungkinan terjadi berkat pengawasan yang ketat dari Microsoft Indonesia agar Rinna tak menyentuh topik-topik yang sensitif seperti isu SARA, politik, atau seksual.

Kekuatan Rinna terletak pada caranya berinteraksi dengan pengguna. Chatbot ini bisa diajak bermain sejumlah gim seperti Face Swap, Face Panel, ABC 5 Dasar, Othello, hingga Silang Kata. Rinna juga dapat membuat sketsa sebagai simbol persahabatan dengan lawan bicaranya.

Rinna bukan satu-satunya proyek chatbot Microsoft di dunia. Sejatinya mereka punya proyek serupa yang sudah lebih dulu ada di negara lain seperti Xiaoice di China, Zo di Amerika Serikat, dan Rinna di Jepang. Platform yang digunakan pun berbeda di tiap negara. 

Tujuan dari chatbot Rinna ini sejatinya adalah bisnis. Chatbot semacam Rinna bisa dimanfaatkan perusahaan untuk mempromosikan produknya secara personal ke lawan bicaranya. Hal ini sudah terjadi di China dan Jepang.
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK