Dalam blognya, Twitter mengungkap bahwa cara ini bisa membuat pengguna lebih nyaman membuat cuitan dan mengatakan apa yang mereka ingin katakan, demikian tertulis dalam blog Twitter.
Akun resmi Twiter Indonesia pun mengumumkan hal serupa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya Twitter baru mencoba penambahan karakter ini dalam versi beta untuk beberapa pengguna saja. Hasil percobaan itu menunjukkan bahwa banyaknya karakter mempengaruhi cara pengguna Twitter membuat cuitan, tergantung dari bahasa yang digunakan.
Lihat juga:Cuitan di Twitter Kini Bisa 280 Karakter |
Hal serupa terjadi kepada pengguna berbahasa Inggris. Batasan 140 karakter seringkali tak cukup untuk mengungkap pemikiran mereka. Lain halnya dengan pengguna huruf kanji seperti Jepang, Cina atau Korea. Huruf kanji memuat lebih banyak makna ketimbang huruf latin. Sehingga batasan 140 karakter tak jadi masalah.
Reaksi pengguna
Berbagai macam reaksi muncul seiring keputusan Twitter dalam mengekspansi karakternya. Banyak pengguna yang berpendapat bahwa hal ini hanya akan membuat cuitan yang ada di beranda menjadi sulit dibaca.
Netizen Indonesia tak lupa angkat bicara, sebagian menanggapi fitur baru ini dengan kocak.
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
(eks/sta)