Kebijakan ini dibuat sejak Twitter pertama kali menghapus verifikasi centang biru untuk akun Synergy Milo Yiannopoulus pada Januari silam. Bukan hanya itu, Twitter kemudian memblokir akun itu dari layanannya.
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Persepsinya kini semakin buruk ketika kami mulai membuka verifikasi untuk publik dan akun-akun terverfikasi yang sama sekali tidak kami dukung."
Perusahaan yang dibangun Jack Dorsey ini kabarnya tengah mengerjakan sistem pemberian verifikasi dan otentifikasi baru. Namun pihak perusahaan memang belum merinci sistem verifikasi seperti apa yang nantinya akan digunakan.
Ancaman Twitter bagi pelanggar aturan kebijakan centang biru termasuk akun yang dianggap sengaja menyesatkan orang dengan mengubah nama tampilan seseorang.
Termasuk juga akun organisasi pendukung atau inddividu yang mempromosikan hal-hal seperti disebutkan di atas. Akun penghasut atau terlibat dalam pelecehan orang lain, terlebih jika isinya menyebarkan ancaraman dan terorisme dipastikan masuk dalam 'daftar hitam' Twitter.
Pengguna yang menuliskan hal-hal yang berpotensi merugikan diri sendiri seperti buunuh diri atau terlibhat dalam aktivitas yang terhitung melanggar aturan Twitter, dapat dipastikan kehilangan hak verifikasi centang biru. (evn)