Toyota Indonesia Pakai Lebih Banyak Robot untuk Pengelasan
Rayhand Purnama | CNN Indonesia
Selasa, 28 Nov 2017 16:18 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menargetkan penggunaan robot atau otomatisasi meningkat 40 persen dari sebelumnya 20 persen untuk bagian pengelasan (welding) pada 2-3 tahun mendatang.
Hal itu disampaikan oleh Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono pada Senin (27/11). Dia menuturkan saat ini proses otomatisasi terbesar dilakukan di sektor pengelasan atau welding.
“Dalam dua-tiga tahun ke depan, ditargetkan menjadi 30-40 persen,” kata Warih.
Walaupun demikian, kata dia, kenaikan otomatisasi itu tak akan mengurangi jumlah pegawai manusia. Di sisi lain, Warih mengatakan penggunaan manusia dan robot diharapkan dapat berjalan beriringan di masa mendatang.
Dia menyatakan penggunaan teknologi yang meningkat tak akan menyingkirkan SDM. Salah satu syaratnya, kata Warih, adalah peningkatan kualitas manusia.
Sehingga, kata Warih, SDM dalam negeri dapat mengoperasikan sekaligus memperbaiki robot-robot tersebut. Hal itu juga akan membuat perusahaan tak perlu memanggil teknisi khusus dari markas Toyota di Jepang.
"Orang kitalah yang harus bisa memperbaiki robot, mengendalikan robot. Jadi kalau robotnya nambah, orang pinter yang memperbaiki robot juga nambah," ujarnya. (asa)
Hal itu disampaikan oleh Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono pada Senin (27/11). Dia menuturkan saat ini proses otomatisasi terbesar dilakukan di sektor pengelasan atau welding.
“Dalam dua-tiga tahun ke depan, ditargetkan menjadi 30-40 persen,” kata Warih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Toyota Resmi Luncurkan Rush Generasi Kedua |
Walaupun demikian, kata dia, kenaikan otomatisasi itu tak akan mengurangi jumlah pegawai manusia. Di sisi lain, Warih mengatakan penggunaan manusia dan robot diharapkan dapat berjalan beriringan di masa mendatang.
Dia menyatakan penggunaan teknologi yang meningkat tak akan menyingkirkan SDM. Salah satu syaratnya, kata Warih, adalah peningkatan kualitas manusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang kitalah yang harus bisa memperbaiki robot, mengendalikan robot. Jadi kalau robotnya nambah, orang pinter yang memperbaiki robot juga nambah," ujarnya. (asa)