Puncak supermoon tahun ini, akan terjadi pada Minggu (3/12) nanti. Bulan yang rata-rata berjarak 238 mil dari Bumi akan berada pada jarak 222 mil pada Minggu pagi saat purnama terjadi, tepatnya sekitar 04.00 WIB.
Supermoon akan membuat bulan terlihat 30 persen lebih terang dan 14 persen lebih besar. Saking besarnya, penduduk di sekitar Asia akan melihat supermoon kali ini menutupi bintang Aldebaran pada malam sebelum purnama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perigee artinya bulan berada pada jarak terdekat dengan Bumi, dan syzygy mengacu pada penyelarasan beberapa benda; bulan, bumi dan matahari yang sejajar agar kita dapat melihat bulan purnama," kata Besla kepada NPR.
Fenomena supermoon di London pada November 2016 lalu. (dok. AFP PHOTO / Adrian DENNIS) |
Seperti fase Bulan lainnya, fenomena ini aman diamati dengan mata telanjang. Fenomena ini bisa diamati di seluruh dunia.
Jika ingin mengabadikan dengan kamera ponsel, Bill Ingalls selaku fotografer Badan Antariksa Amerika (NASA) menyarankan untuk tetap kreatif dan mengatur exposure.
"Ketuk layar dan letakkan jari Anda pada obyek (dalam hal ini, bulan) untuk mengunci fokus," Ingalls mengatakan kepada NASA. "Kemudian geserkan jari Anda ke atas atau ke bawah untuk menggelapkan atau meringankan eksposur."
Jika cuaca menghalangi pandangan melihat supermoon pada awal Desember ini, masyarakat bisa mengamati dua supermoon yang akan terjadi pada Januari tahun 2018.
Menurut National Geographic, ini adalah supermoon keempat di tahun 2017. Namun, dia adalah satu-satunya yang bisa dilihat oleh pengamat biasa. Tiga sebelumnya "bertepatan dengan bulan baru, ketika piringan Bulan menunjukkan wajah yang benar-benar gelap." (evn)
Fenomena supermoon di London pada November 2016 lalu. (dok. AFP PHOTO / Adrian DENNIS)