CEO T-Cash, Danu Wicaksana, mengatakan bahwa pihaknya siap 'keluar dari zona nyaman' dengan menjadi "operator agnostik" atau terbuka pada semua operator. Hal ini ditargetkan bakal terwujud pada awal Maret 2018.
"Sistem 'operator agnostic' ini direncanakan akan keluar pada kuartal satu tahun 2018 atau sekitar bulan Maret. Semua prosedur diharapkan siap dan dapat langsung digunakan untuk publik," jelas Danu disela konferensi media di kantornya di kawasan SCBD, Jakarta, Selasa (5/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, spesifikasi bisnis uang elektronik membuat T-cash tidak terbatas pada sektor telekomunikasi tertentu meskipun sejumlah operator memiliki layanan uang elektronik masing-masing. Pemain telko yang memiliki unit bisnis uang elektronik pun menurut Danu sudah mulai mengurangi investasi mereka belakangan ini.
Lihat juga:Pintar Kelola Uang di Dompet Elektronik |
"Salah satu tolak ukur operator kan penjualan pulsa. Lewat T-Cash, kami bantu mereka jualan pulsa ke pelanggan mereka," ungkapnya.
Sementara itu, T-Cash saat ini memiliki 10 juta pengguna dengan pengguna aktif bulanan sekitar 30-40 persen. Perusahaan ini mengklaim bersaing ketat dengan Gopay untuk menjadi mobile payment berbasis server pertama di Indonesia.
T-Cash membagi dua segmentasi pengguna yaitu pengguna lifestyle dan mikro. Setiap bulannya, tiap pengguna rata-rata bertransaksi senilai Rp100-150 ribu per bulan. Penggunanya paling banyak menggunakan uang elektronik ini untuk pembelian pulsa. (evn)