Melalui Twitter, ribuan reaksi netizen di penjuru dunia atas keputusan Trump itu bisa terlihat. Kata kunci "Trump", "Israel", dan "Jerusalem" bertengger di kolom pencarian teratas Twitter. Beberapa tagar juga tampil atas kejadian ini.
#HandsOffJerusalem serta #HandsOffAlQuds adalah contoh tagar yang dipakai oleh netizen yang menolak klaim Yerusalem sebagai ibukota Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Netizen lain berkomentar tidak dalam kesan emosional. Mereka cenderung mengkritik kebijakan Trump ini karena dapat memicu ketegangan baru di antara kedua negara. Ada pula mereka yang menyayangkan keputusan tersebut dibuat tanpa keterlibatan Otoritas Palestina.
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
Namun ada juga mereka yang memilih menyindir tokoh politik dalam negeri yang terkesan memanfaatkan situasi ini.
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
Namun, presiden AS sebelum Trump selalu menangguhkan hukum tersebut demi menghindari pergolakan politik di Timur Tengah.
Mahmoud Abbas selaku Presiden Palestina menolak pengakuan sepihak AS tersebut. Abbas menegaskan bahwa Yerusalem adalah milik Palestina untuk selamanya.
"Yerusalem adalah ibu kota abadi Palestina," ujar Abbad tak lama setelah pengumuman Trump di Gedung Putih, Rabu (6/12). (evn)