Kecaman Netizen Atas Pengakuan Yerusalem Jadi Ibukota Israel

Bintoro Agung , CNN Indonesia | Kamis, 07/12/2017 10:56 WIB
Kecaman Netizen Atas Pengakuan Yerusalem Jadi Ibukota Israel Netizen memprotes dan mengecam kebijiakan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. (dok. Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu reaksi berantai di seluruh dunia. Keputusan ini jadi polemik baru yang ditimbulkan oleh Gedung Putih.

Melalui Twitter, ribuan reaksi netizen di penjuru dunia atas keputusan Trump itu bisa terlihat. Kata kunci "Trump", "Israel", dan "Jerusalem" bertengger di kolom pencarian teratas Twitter. Beberapa tagar juga tampil atas kejadian ini.

#HandsOffJerusalem serta #HandsOffAlQuds adalah contoh tagar yang dipakai oleh netizen yang menolak klaim Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Beberapa di antara mereka mengutuk aksi Israel dan AS dalam keputusan ini. Sebagian lagi mencetuskan kebencian mereka terhadap aksi Zionisme dari pemerintahan Israel.





Netizen lain berkomentar tidak dalam kesan emosional. Mereka cenderung mengkritik kebijakan Trump ini karena dapat memicu ketegangan baru di antara kedua negara. Ada pula mereka yang menyayangkan keputusan tersebut dibuat tanpa keterlibatan Otoritas Palestina.







Sementara, reaksi netizen Indonesia sejatinya tak berbeda jauh dengan reaksi warga internasional di Twitter. Kebanyakan dari mereka mengeluarkan kecaman, kutukan, dan kritik terhadap kebijakan Trump itu.





Namun ada juga mereka yang memilih menyindir tokoh politik dalam negeri yang terkesan memanfaatkan situasi ini.





Sejatinya hukum yang melandasi keputusan Trump ini sudah diloloskan oleh Kongres AS sejak 1995. Hukum itu mengatur pengakuan AS bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel dan mengesahkan pendanaan pemindahan kantor Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Namun, presiden AS sebelum Trump selalu menangguhkan hukum tersebut demi menghindari pergolakan politik di Timur Tengah.

Mahmoud Abbas selaku Presiden Palestina menolak pengakuan sepihak AS tersebut. Abbas menegaskan bahwa Yerusalem adalah milik Palestina untuk selamanya.

"Yerusalem adalah ibu kota abadi Palestina," ujar Abbad tak lama setelah pengumuman Trump di Gedung Putih, Rabu (6/12). (evn/evn)