Lelang dibuat untuk menentukan badan usaha yang merancang dan meluncurkan satelit tersebut. Adapun, masa operasi satelit tersebut diperkirakan berdurasi 15 tahun.
Satelit yang dirancang dan diluncurkan itu adalah satelit pemerintah. Setelah diluncurkan satelit itu akan dikelola, dimiliki, dan dikendalikan sendiri oleh pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun 2018 akan ditetapkan siapa yang akan merancang, membangun, dan meluncurkan satelit,” lanjutnya.
Tak hanya itu, satelit ini pun akan digunakan untuk menyambungkan informasi antar Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di seluruh Indonesia. Ia bilang, dari 10 ribu Puskesmas yang ada, baru sekitar 30 persen yang terhubung internet.
“Selain itu, ada Koramil, Polsek, dan kantor desa sebanyak 75 ribu gedung yang perlu dihubungkan,” paparnya.
Ia melanjutkan, satelit ini merupakan pendukung satelit Palapa Ring. Hanya saja, palapa ring hanya bisa menjakau ibu kota provinsi dan kabupaten saja, sehingga pemerintah perlu mengembangkan akses lanjutan ke tingkat pelosok.
Sayangnya, Rudiantara belum menghitung secara detail nilai satelit yang akan dilelang tersebut. Apalagi, pemerintah masih belum tahu jumlah satelit yang diluncurkan. Tapi, berkaca pada satelit Palapa Ring, total nilai yang dikucurkan bisa mencapai Rp19 triliun.
“Kami masih hitung apakah nanti dua, tiga satelit, atau tiap tahun berturut-turut akan ada satu satelit. Karena ini besar, ada 130 ribu titik yang harus dihubungkan,” paparnya. (eks)