Managing Director GrabPay Indonesia Ongki Kurniawan menyebut bentuk layanan yang pertama dari kerja sama ini adalah pendaftaran pengemudi yang dapat melalui agen PayTren. Selain itu layanan-layanan di Kudo nantinya juga bisa diakses lewat aplikasi PayTren.
Secara prinsip bentuk kerja sama itu serupa dengan yang sudah terjadi di Grab dan Kudo, yang mana setiap agen Kudo bisa menerima pendaftaran calon pengemudi Grab dan kemudian menerima komisi atasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:GrabPay Berencana Adopsi Sistem Kode QR |
Saat ini bentuk kerja sama keduanya masih sebatas perekrutan. Yusuf mengisyaratkan lebih banyak layanan baru di antara mereka. Salah satunya adalah potensi jual-beli reksadana dengan perantara GrabCar atau GrabBike.
"Itu mimpinya nanti semua nge-blend," imbuh Yusuf.
Setelah mengakuisisi Kudo beberapa bulan lalu, kehadiran layanan transportasi makin menjamur di Indonesia. Ridzi Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia, mengatakan layanan mereka sudah ada di 104 kota, mulai dari Banda Aceh hingga Jayapura. Padahal di awal tahun, Ridzki berkata Grab baru menjejakkan kaki di 12 kota saja.
Dampak ke GrabPay
Saat dimintai konfirmasi, Ongki tak menampik bahwa muara kerja sama dengan PayTren adalah penggunaan uang elektronik. Nantinya, para agen PayTren akan menjadi pengguna layanan GrabPay sendiri.
Saat ini izin uang elektronik GrabPay masih berhenti untuk sementara. Sempat beredar kabar, operasional GrabPay masih menunggu izin resmi dari Bank Indonesia selaku regulator uang elektronik di dalam negeri.
Namun Ongki tetap optimis layanan GrabPay bisa tumuh cepat ketika izin dari BI sudah diperoleh. Pasalnya dengan bergabungnya PayTren sebagai sekutu mereka, Grab seketika memperluas jangkauan layanan mereka ke 1,7 juta orang. (evn)