Penjualan Mobil Murah Datsun dan Suzuki 'Terjun Bebas'

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Rabu, 20/12/2017 14:56 WIB
Penjualan Mobil Murah Datsun dan Suzuki 'Terjun Bebas' Penjualan mobil murah produksi Datsun dan Suzuki mengalami penurunan drastis dibandingkan pada penjualan tahun lalu. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mobil murah atau low cost green car (LCGC) hasil produksi Datsun kian sepi peminat. Di penghujung 2017, total penjualan baik dari Datsun Go maupun Go+ hanya berjumlah 9.449 unit.

Angka tersebut jauh merosot dibandingkan dengan 11 bulan sepanjang 2016 dengan total 24.968 unit.

Dalam rinciannya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), mencatat untuk mobil murah konfigurasi dua produksi Datsun, yaitu Go hanya berjumlah 3.753 unit. Sedangkan Go+ berada pada jumlah 5.696 unit.



Selain Datsun, hal yang sama juga dialami oleh Suzuki dengan produk mobil murahnya Wagon R. Tercatat hanya 5.001 unit yang berhasil dijual Suzuki terhadap Wagon R. Pada 2016, penjualan sebelumnya mencapai 8.988 unit.

Berbeda dari Datsun dan Suzuki, pabrikan Jepang Toyota justru memperoleh hasil positif dari Calya, yang merupakan unit mobil murahnya selama 2017.

Toyota berhasil menjual Calya sebanyak 68.038 unit, naik dari tahun sebelumnya dengan periode yang sama yakni 39.761 unit. Begitu juga Daihatsu, dari 26.289 unit Sigra, kini menjadi 41.538 unit.

Penjualan Naik

Honda pun demikian. Penjualan melalui mobil murahnya, yakni Brio Satya naik menjadi 39.401 unit dari sebelumnya 33.027 unit.

Walau demikian, untuk masing-masing LCGC  Toyota dan Daihatsu, yaitu Agya dan Ayla performa penjualannya tidak sebaik Calya serta Sigra. Semula 42.296 unit, penjualan Agya kini 27.640 unit dan Ayla dari 36.989 unit turun menjadi 27.291 unit.


Sementara itu jumlah total penjualan mobil murah terhitung Januari sampai dengan November 2017 mencapai 218.358 unit. Hasil penjualan terbanyak dari masing-masing agen pemegang merek (APM) terjadi pada Januari, sebanyak 22.365 unit. (asa)