Alih-alih memusingkan istilah Blue Moon, LAPAN menilai fenomena Supermoon dan gerhana bulan total lebih menarik untuk disimak. Ketua LAPAN Thomas Djamaluddin menjelaskan bahwa Blue Moon hanyalah sebutan belaka.
"Blue Moon enggak ada istimewanya. Itu hanya sebutan untuk purnama kedua dalam 1 bulan," tulis Thomas lewat pesan singkat, Selasa (2/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Titik Api Bisa Dipantau Lewat Aplikasi |
Selama Januari ini siklus purnama dua kali terjadi tepatnya pada 2 Januari dan 31 Januari. Kedua purnama tersebut juga tercatat tampil sebagai Supermoon.
Di Indonesia, Supermoon pertama sudah terjadi pada pukul 04.48 WIB dan puncaknya berada di pukul 09.24 WIB. Karena matahari sudah tinggi dan bulan sudah terbenam jauh, fase puncak Supermoon tadi tak bisa dilihat kasat mata.
Bisa Dilihat
Saat itu posisi bulan dan bumi akan berada di posisi terdekat atau perige yaitu 358.993 kilometer. Tak seperti Supermoon pertama yang sudah berlalu, fase puncak fenomena alam pada akhir Januari itu bisa dilihat.
"Secara fisik, istimewanya bukan Blue Moon (karena sekadar istilah), tetapi Supermoon dan gerhana bulan total," imbuh Thomas.
Melansir dari laman Engadget, berlangsungnya fenomena Supermoon dan gerhana bulan total secara bersamaan pada 31 Januari nanti adalah kejadian langka. Terakhir dua kejadian ini berbarengan pada 1866 atau 151 tahun lalu. (asa)