Sayang, isu ini menjadi isapan jempol belaka. Alih-alih mengumumkan kehadiran generasi terbaru seri S, Samsung nampaknya masih menunda peluncuran ponsel flagship-nya itu di ajang Mobile World Congress pada Februari nanti.
Samsung justru menggunakan panggung CES untuk mengumumkan mimpi-mimpinya dengan teknologi masa depan: IoT (internet of things).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di panggung CES, Samsung juga tak luput mendemokan bagaimana TV yang dilengkapi Bixby dan aplikasi SmartThings akan menjadi pusat kendali dari rumah pintar berteknologi IoT. TV yang dilengkapi Bixby dan aplikasi SmartThings bisa digunakan untuk mengecek apa saja sisa makanan di kulkas hingga mengintip siapa yang datang dan mengetuk pintu rumah.
Layar di kulkas cerdas juga bisa digunakan untuk memerintah Bixby agar menyiapkan mobil, hingga mengaktifkan mode hemat energi di rumah ketika semua orang pergi tidur. Tentu perangkat-perangkat cerdas itu tak bisa ditebus dengan harga murah.
Semua IoT ini akan terhubung dengan layanan penyimpanan awan Samsung dan berjalan di platform Samsung SmartThings yang didukungan jaringan 5G. SmartThings sendiri adalah perusahaan IoT yang dibeli Samsung pada 2014 lalu.
Untuk lingkungan kerja, Samsung umumkan Flip. Samsung Flip adalah pengganti papan tulis yang biasa ada di ruang pertemuan. Papan tulis ini dilengkapi dengan NFC agar bisa langsung terhubung perangkat berbasis Android atau iOS. Tapi tak ada yang luar biasa dalam demo Flip. Perangkat ini baru akan dipasarkan di Amerika Serikat (AS) dan Eropa.
Samsung juga mengumumkan teknologi TV anyarnya dengan micro-LED, The Wall. Dengan teknologi nano microorganic TV ini tak membutuhkan backlight dan filter warna. Samsung menambahkan jargon "modular" untuk menjelaskan kalau layar televisi ini bisa diperbesar dengan menyambungkan dengan tv serupa lainnya. (eks/evn)