Seperti Apple, Samsung pun menampik jika pihaknya melakukan hal senada dengan Apple.
Akhir pekan lalu, Samsung mengatakan bahwa pihaknya tidak mengurangi performa ponsel lawas untuk mendorong konsumen membeli ponsel Galaxy terbaru. Perusahaan asal Korea Selatan ini juga mengatakan pihaknya akan bekerjasama dengan otoritas Italia dalam menghadapi tuntutan konsumen di sana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Klaim tersebut mendorong otoritas Italia melakukan investigasi terhadpa ponsel Samsung. Ini juga menjadi kali pertama bagi Samsung menghadapi dugaan tersebut.
Krisis yang terjadi pada 2016 usai ledakan pada Galaxy Note 7 sempat membuat Samsung kehilangan seitar US$658 miliar.
"Kami meminta maaf jika kami dikira memiliki motivasi lain […] Jadi kami mendengarkan masukan dengan hati-hati sehingga kami juga memiliki kemampuan melihat kondisi baterai jadi ini akan sangat-sangat transparan," terang CEO Apple Tim Cook dalam wawancaranya dengan ABC News.
"Jika Anda tidak ingin performa ponsel Anda dikurangi, Anda bisa mematikan perlambatan itu."
Untuk mengembalikan kepercayaan konsumen, Apple juga memangkas harga pergantian baterai iPhone sebagai bentuk permintaan maaf mereka. Jika sebelumnya baterai iPhone yang sudah habis masa garansinya dibanderol US$79, kini dipangkas menjadi US$29. (evn)