Cryptojacking sendiri adalah kepanjangan dari cryptocurrency hijack, alias pembajakan perangkat pengguna yang dimanfaatkan hacker untuk menambang mata uang kripto. Biasanya mata uang yang ditambang dengan cara ini adalah Monero.
Menyusup di situs
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjahat siber bisa menyelipkan kode untuk pembajakan ini ke situs web yang tampak tak mencurigakan. Mereka pun bisa mulai menambang uang kripto dari lalu lintas yang mengalir ke situs itu.
Diperkirakan saat ini ada lebih dari 3 juta web yang rawan terhadap cryptojacking, seperti disebutkan Opera dalam siaran pers miliknya.
WiFi, Android, hingga peramban ikut dibajak
Tak cuma situs, pembajakan ini juga menginfeksi sistem Wi-Fi publik. Hal ini dialami oleh pelanggan Starbucks di Buenos Aires, Argentina. Pengguna merasa koneksi internet di perangkatnya melambat saat terhubung dengan Wi-Fi dari kedai kopi itu, demikian diberitakan Wired.
Loapi, salah satu malware Android untuk manambang mata uang kripto ini bahkan disebut-sebut bisa merusak saat mengeksploitasi perangkat.
Penjahat siber sengaja memasukkan kode jahat untuk memanfaatkan perangkat pengguna yang menggunakan peramban tertentu. Belakangan CoinHive meminta bayaran bagi pemilik situs yang ingin memasukkan skrip penambang uang kripto miliknya.
Untuk menghindari eksploitasi ini, pengguna bisa menggunakan peramban yang memiliki fitur ad blocker. Selain untuk menghentikan iklan, fitur ini juga bisa mengentikan kode yang ada di situs untuk membajak perangkat pengguna. (age/eks)