Noto secara resmi bergabung dengan SoFi pada 1 Maret 2018. Kepergian Noto dari Twitter akan memberikan tekanan yang besar untuk Jack Dorsey, CEO Twitter.
Pasalnya, saat ini Dorsey rangkap jabatan sebagai CEO Square (SQ), perusahaan pembayaran digital yang dia dirikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam keterangan yang diterima CNNMoney, Twitter mengatakan bahwa tanggung jawab Noto akan diambil alih oleh sebuah tim yang terdiri dari berbagai divisi.
Noto memainkan peran sangat penting di perusahaan. Dia bergabung dengan Twitter sebagai CFO pada 2014 di bawah CEO Dick Costolo. Noto merupakan mantan petinggi Goldman Sachs membantu membangun strategi dan pemasaran Twitter di kancah internasional.
Dia pernah menjadi COO sekaligus CFO setelah mantan COO Adam Bain meninggalkan perusahaan pada akhir 2016.
“Bekerja di Twitter adalah kesempatan sekali seumur hidup dan saya sangat bangga dengan tim kami dan tonggak sejarah penting yang kami raih selama saya berada di perusahaan,” kata Noto dalam keterangan resminya.
Menurut laporan, Noto mendapat gaji yang tinggi di Twitter dengan menerima US$ 72,8 juta (Rp 9,7 triliun) saat pertama bergabung. Tapi di SoFi, Noto akan mendapatkan satu hal yang rupanya tidak bisa diberikan Twitter yaitu jabatan sebagai CEO. (age/age)