Lokasi-lokasi terbaik untuk menyaksikan gerhana bulan total itu, yakni Bandung, Sumedang, Garut (Jawa Barat), Pasuruan (Jawa Timur), Biak (Papua), Pontianak (Kalimantan Barat), dan Bukittinggi (Sumatra Barat).
Ketua LAPAN Thomas Djamaluddin menyebut kegiatan menyaksikan gerhana bulan total itu akan disertai edukasi publik mengenai gerhana bulan. Ia menjamin kegiatan itu terbuka untuk umum dan gratis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Syaratnya hanya cuaca cerah," tulis Thomas melalui aplikasi percakapan WhatsApp, Sabtu (27/1).
Pria yang bergelar profesor di riset astronomi-astrofisika itu menambahkan fenomena kali ini bisa dipandang tanpa bantuan teleskop sekalipun. Fenomena tersebut menurut Thomas bisa dinikmati seperti bulan purnama.
"Teleskop hanya untuk membantu melihat detail permukaan bulan," ujar dia.
Dalam hitungan waktu Indonesia bagian barat (WIB), proses gerhana bulan total akan mulai pada pukul 18.48. Fase gerhana totalnya akan berlangsung pada pukul 19.52 sampai 21.08 WIB.
Tak hanya di Indonesia, gerhana bulan total bisa dinikmati di belahan dunia lain. Amerika Serikat bagian barat seperti Alaska misalnya, adalah salah satu titik yang dapat menikmati fenomena ini secara lengkap.
Gerhana bulan total kali ini punya beberapa sebutan karena terjadi berbarengan dengan fenomena lainnya. Ia disebut Blue Moon karena bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan.
Ia juga berada di fase perige sehingga masuk ke kategori Supermoon, yang artinya posisi bulan berada di posisi terdekat dengan Bumi.