Melalui akuisisi tersebut, raksasa teknologi asal Amerika itu tidak hanya memiliki sebagian besar tim desain HTC, tetapi juga 2.000 pegawai sebagai sumber daya manusia tambahan serta lisensi paten HTC.
Sebagian besar anggota tim penelitian dan pembangunan HTC juga diberikan kepada Google. Nantinya, mereka akan bekerja untuk proyek ponsel HTC sekaligus ponsel keluaran Google seperti Google Pixel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, akuisisi ini berpotensi mendongkrak profit serta popularitas Google dalam dunia telepon seluler. Tim penelitian dan pengembangan yang dimiliki HTC bila digabung dengan sumber daya milik Google akan mampu menghasilkan banyak hal menakjubkan.
Gencar incar Asia
Sebelum kesepakatan akuisisi ini rampung, Google telah lebih dulu meraja di Taiwan lewat operasionalnya yang luas. Hal ini juga yang membuat pegawai HTC tidak perlu pindah lokasi kerja.
Di kawasan Asia Tenggara, Google baru-baru ini menyuntikkan dana segar kepada Gojek, perusahaan lokal yang bergerak di bidang transportasi online dengan pendanaan sebesar US$1,2 miliar atau sekira Rp16 triliun.
Google sendiri menyebut bahwa pendanaan ke Gojek adalah investasi pertamanya di Asia. Caesar Sengupta, Wakil Presiden Google mengatakan di sebuah pendanaan tersebut memperdalam komitmen Google terhadap ekonomi internet Indonesia. (evn/sat)