"Kami memprediksi bahwa lubang hitam super besar yang sedang berfusi (bergabung) ini akan memakan satu bintang pertahun. Ini 10.000 kali lebih sering dari rata-rata perkiraan lainnya," jelas salah seorang penulis laporan dari CU Boulder, Heather Wernke, seperti dikutip Science Daily, Kamis (1/2).
Di antara keduanya, terdapat sepasang lubang hitam yang saling berdekatan dan tengah melakukan penggabungan. Peneliti di Amerika Serikat (AS) memperkirakan bahwa masa kedua lubang hitam ini sekitar 200 juta kali dari massa matahari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tumbukan antar galaksi kadang bisa menimbulkan lubang hitam "kelaparan" seperti sepasang lubang hitam ini.
"(Kami) memperkirakan bahwa cakram ini secara langsung menyebabkan sejumlah besar bintang dimakan oleh lubang hitam. Hal ini mendorong pertumbuhan lubang hitam yang makin masif," jelas Ann Marie Madigan, salah seorang penulis laporan penelitian tersebut, seperti dikutip The Register, Jumat (2/2).
Jika terjadi gangguan gravitasi, hal ini bisa mengganggu orbit bintang, menarik lebih dekat, hingga menyebabkan tertelannya bintang ke lubang hitam.