Taksi Online Anggap Mobil Otonom Pribadi adalah 'Musuh'

Muhammad Ikhsan, CNN Indonesia | Senin, 05/02/2018 11:15 WIB
Taksi Online Anggap Mobil Otonom Pribadi adalah 'Musuh' Taksi online punya gagasan membatasi gerak mobil otonom pribadi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mobil otonom atau bergerak otomatis akan jamak di masa depan sebagai solusi transportasi di perkotaan. Namun, mobil otonom milik pribadi akan terbatas geraknya ketika memasuki kota-kota besar.

Sebab Lyft, penyedia ridesharing pesaing Uber bersama mendirikan sebuah organisasi shared mobility principles for livable cities atau mobilitas bersama untuk kota yang layak. Organisasi tersebut bertujuan untuk menghadang penggunaan mobil pribadi yang telah dilengkapi teknologi cerdas beredar luas di perkotaan.

Setidaknya ada 15 perusahaan transportasi dan teknologi di dunia termasuk Uber, Lyft, Didi, Mobike dan Zipcar yang mendirikan organisasi tersebut. Organisasi itu dikabarkan dipelopori mantan CEO Zipcar, Robin Chase.
Poin-poin mereka adalah ingin menjaga kondisi lingkungan besar, mencegah penggunaan mobil otonom pribadi dan kendaraan besar lainnya yang mengangkut satu orang.


Guna mencapai tujuannya, organisasi tersebut mengatakan bahwa kendaraan otonom akan lebih 'hidup' di perkotaan jika hanya dioperasikan dengan konsep ridesharing. Dengan konsep tersebut kondisi jalan raya diakui mereka lebih teratur seperti ketersediaan lahan parkir yang tidak hanya untuk kendaraan pribadi.

Jika ide ini didukung pemerintah setempat maka akan memaksa penduduk kota memilih antara transportasi umum, bersepeda atau armada taksi. Dengan beralihnya masyarakat menggunakan transportasi umum maka akan terjadi penurunan polusi udara di kota-kota besar di dunia.
Namun, pengumuman organisasi tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa perusahaan teknologi tidak menyelesaikan persoalan kemacetan dan polusi. Pada Oktober 2017, Lyft dan Uber mendapat kecaman dari pengamat transportasi dari unversitas California, Davis.

Ia menemukan bahwa kota-kota yang sangat bergantung pada aplikasi ridesharing mematikan moda transportasi lain. Meski begitu, Chase tetap melihat bahwa gagasan ini bertujuan untuk membuat kota aman dan nyaman dengan adanya sistem transportasi yang terintegrasi.

Tujuan mereka adalah untuk menyelaraskan kota dan memastikan masyarakat memanfaatkan transportasi terbaik seperti dilansir leftlanenews.com. (eks)


ARTIKEL TERKAIT