Namun, ada pandangan lain terkait pemanfaatan marketplace untuk UMKM. Laksamana Mustika, CEO sekaligus pendiri Djaring menilai penjualan melalui marketplace kurang membangun kesadaran konsumen tentang brand yang dimiliki penjual.
Setiap pengusaha atau penjual produk membutuhkan situs khusus yang menjadi wajah brand. Situs ini dibutuhkan untuk merepresentasikan nilai usaha dan lebih baik daripada memiliki channel ecommerce dan sosial media.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Solusi yang ditawarkan Djaring berupa website yang sudah terintegrasi dengan Midtrans dalam hal pembayaran sehingga penjual dapat melalukan transaksi baik dengan bank transfer, kartu kredit dan lain sebagainya. Untuk jasa logistik, startup ini bermitra dengan Tiki, JNE, Si Cepat, J&T.
Upaya Memberikan Web Harga Miring untuk UMKM
Djaring menyediakan situs khusus UMKM-nya mulai kisaran harga Rp200 ribu hingga Rp750 ribu per bulan. Harga tersebut dinilai sudah menghemat investasi yang sangat besar jika dibanding membangun situs sendiri dengan sistem terpadu selengkap itu.
"Jauh sekali harganya jika seseorang ingin membangun sendiri tapi selengkap ini. Dari nol sampai seperti ini bisa Rp15-20 juta. Dan itu memakan waktu yang lama untuk membangunnya bisa 3-6 bulan," kata dia.
"Kami sediakan temanya secara template dan juga tidak perlu orang untuk mengembangkan dari awal. Yang mahal itu apa? Tenaga kerja. Di sini tidak membutuhkan tenaga kerja karena sistem sudah ada, platform sudah ada. Kami sudah cut down time frame juga hingga orang tinggal memakai saja," ujarnya.
Djaring menargetkan untuk mendapatkan 1.000 user dalam tahun pertamanya. Laks mengatakan perusahaan belum memasang target penghasilan untuk tahun ini. (age)