"Kita sudah ada modelnya, kemarin itu banjir disebabkan oleh air dari atas (Bogor) yang turun. Variabel cuaca di daerah Bogor belum masuk," tuturnya saat ditemui CNNIndonesia.com di konferensi pers IDC di Jakarta , Kamis (8/2).
Padahal menurut Setiaji, sistem pemantauan banjir dan macet yang disiapkan sudah bisa memantau dan memprediksi banjir hingga 10 hari kedepan.
Lihat juga:FOTO: Ciliwung dan Banjir Musiman Ibu Kota |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti akan lebih siap," tegasnya.
Lebih lanjut, Setiaji memaparkan bahwa untuk memprediksi banjir ini pihaknya mengumpulkan dan menganalisis data dari proyeksi cuaca sepuluh hari kedepan, data sejarah genangan, data muka air di pintu air, data keluhan warga di media sosial dan aplikasi CLUE. Data ini kemudian diolah dengan rumusan internasional, model Arima, untuk prediksi banjir. (eks/age/eks)