Wakil Presiden Manajemen Produk YouTube Ariel Bardin mengungkapkan langkah lebih jauh akan mereka lakukan pengurangan popularitas bagi akun-akun yang memiliki konten menyinggung. Pengurangan popularitas ini akan berdampak pada lebih sulitnya akun ditemukan.
"Kami dapat menghapus kelayakan suatu saluran agar tak lagi direkomendasikan di YouTube, seperti tak lagi muncul di beranda kami, tab yang sedang tren atau tonton berikutnya," ujarnya seperti yang dilansir dari TechCrunch.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, platform video ini bisa membatalkan dan membekukan channel kreator. YouTube pun akan menghentikan kemampuan sebuah channel untuk menampilkan iklan, dan mungkin menghapus channel dari program YouTube Partner, termasuk creator support dan akses ke YouTube Spaces.
Namun kini, YouTube ingin memberikan sanksi pada kreator dan channel yang mengunggah konten yang berisi propaganda, konten yang tak sesuai dengan anak, hingga video yang mengakibatkan trauma.
"Ketika kreator melakukan sesuatu yang sangat mencolok, seperti melakukan lelucon keji di mana orang bisa mengalami trauma, mempromosikan kekerasan atau kebencian terhadap sebuah kelompok, menunjukkan kekejaman kepada orang lain dalam rangka untuk mendapatkan penonton atau subscriber, hal itu dapat menyebabkan kerusakan yang permanen kepada masyarakat, termasuk pemirsa, pencipta dan dunia luar," tulis Bardin.