Transjakarta Siapkan 300 Bus 'Low Entry'

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Rabu, 14/02/2018 11:47 WIB
Transjakarta Siapkan 300 Bus 'Low Entry' Pabrik karoseri Transjakarta di Kudus, Jawa Tengah. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Kudus, CNN Indonesia -- PT Transjakarta terus menyediakan kebutuhan layanan transportasi bagi penguna kendaraan umum. Bus-bus dengan konsep low entry telah disiapkan sebanyak 300 unit yang per unitnya senilai Rp2,2 miliar.

Direktur Utama Transjakarta Budi Kaliwono mengatakan sebanyak 101 unit di antaranya berbahan alumunium dan sisanya memakai baja. Namun untuk harganya tidak terpaut jauh.

"Sama (harganya) kurang lebih. Angka pastinya itu paling beda cuma Rp20-30 juta. Saya tidak hafal, ya misalnya Rp2,1 miliar, bisa jadi Rp2,2 miliar," kata Budi di Kudus, Jawa Tengah.
Namun Budi tidak menyebutkan secara rinci dari anggaran yang didapat untuk pengadaan seluruh bus tersebut. Sedikit, Ia hanya menjelaskan anggaran bus baru itu sudah masuk dalam penyertaan modal daerah atau PMD DKI Jakarta.

"Kami tuh yang penting dana boleh dipakai, ya udah kami beli. Karena pengadaan ini LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). Jadi kami tidak monitor harga," ucapnya.

Ia pun mengungkapkan, pembuatan bus itu sendiri sudah mulai dilakukan sejak tahun lalu. Dan direncanakan, bus yang sudah rampung mulai dikirim secara bertahap ke Jakarta bulan ini.

Jika sudah resmi beroperasi bus-bus tersebut bakal beroperasi di luar koridor Transjakarta. Bus akan melayani penumpang seperti layaknya Kopaja, namun tetap memiliki titik menjadikan halte sebagai titik menaikkan dan menurunkan penumpang.
Mercy, Skania dan karoseri lokal

Terdapat dua casis yang digunakan Transjakarta pada busnya, yaitu Mercedes-Benz 0500U dan Scania. Masing-masing merek memiliki porsi yang sama. "150 unit Mercedes-Benz, dan sisanya kami pakai Scania," ujar Budi.

Selain menggunakan merek asing sebagai penyedia casis, Budi memaparkan bahwa Transjakarta turut menggandeng dua produsen karoseri lokal asal Kudus dan Semarang, Jawa Tengah.

Untuk 101 unit menggunakan karoseri dari Nusantara Gemilang, lalu 199 unit lainnya diambil alih karoseri Laksana.
Ia menjelaskan, pihaknya sengaja memanfaatkan dua pembuat karoseri bus itu lantaran telah mendapat rekomendasi dari masing-masing brand, baik Scania maupun Mercedes-Benz.

"Jadi kami memakai dua karoseri ini ya karena mereka (Nusantara Gemilang dan Laksana) sudah mempunyai sertifikat langsung ya," tegas Budi.

Sebagai pembeda antara dua karoseri itu terletak pada bahan dasar pembuatan bodi. Ia mengatakan, untuk Nusantara Gemilang dikhususkan membuat karoseri dengan bahan alumunium, sementara Laksana memakai baja.

Memakai konsep low entry, Budi menjelaskan bus itu memiliki perbedaan bentuk pada deck yang dibuat lebih tingi di bagian buritan. Sehingga, bus itu persis seperti yang biasa digunakan sebagai alat transportasi di bandara.
Sedangkan untuk daya angkut beban, bus berbahan alumunium dapat menampung 73 penumpang. Sementara berbahan baja daya tampungnya lebih sedikit, yaitu 66 penumpang.

"Kami sudah antisipasi, apalagi pada peak our (jam sibuk) kami punya Scania yang lebih kuat dengan bobot 18 ton," jelas Budi.

Budi menambahkan, dengan kondisi jalan di Jakarta diharapkan bus baru itu bisa beroperasi sampai usia 10 tahun. Durasi tersebut juga sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Perhubungan mengenai batas penggunaan alat transportasi. (mik)