Jepang Kembangkan Teknologi Layar Setipis Kulit Manusia

Agnes Savithri, CNN Indonesia | Senin, 19/02/2018 08:32 WIB
Jepang Kembangkan Teknologi Layar Setipis Kulit Manusia Ilustrasi. (Foto: aloisiocostalatge/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Teknologi telah membuat teknik membaca garis tangan menuju era baru. Sebuah penelitian di Jepang menemukan layar atau monitor ultra tipis yang bisa menempel langsung ke tubuh.

Alat bantu yang berbentuk seperti plester tipis ini memiliki ketebalan sekitar satu milimeter dan dapat memantau data kesehatan pemakainya. Tidak hanya itu, pemakai pun bisa menerima dan mengirim pesan hingga emoji.

Profesor Universitas Tokyo Takao Someya melakukan pengembangan perangkat canggih dengan beberapa tujuan, salah satunya adalah dunia medis. Teknologi ini memungkinkan para profesional medis dapat memonitor pasien yang tinggal jauh dari mereka.
"Yang kemudian, dokter pun bisa berkomunikasi kembali dengan pasien mereka," ujarnya.


Pengguna dapat menepuk punggung atau telapak tangan untuk menyalakan pengingat minum obat. Bahkan, bagi para orangtua, teknologi ini memungkinkan mendekatkan mereka dengan para cucu.

"Tempatkan display pada kulit, sehingga pengguna dapat merasakan layar tersebut sebagai bagian dari tubuhnya sendiri. Bila menerima pesan pun, penerima akan merasakan kedekatan emosional dengan pengirim," tambah Someya.

Someya melihat penemuan ini dinilai bisa sangat berguna di Jepang, dengan populasi yang cepat menua, menggantikan kebutuhan akan pemeriksaan langsung dengan menawarkan pemantauan non-invasif yang terus-menerus terhadap orang sakit dan lemah.
Layarnya terdiri dari rangkaian micro LED 16-by-24 dan kabel pengatur yang dipasang pada lembaran karet. Teknologi ini menggabungkan sensor ringan yang terdiri dari elektroda "nanomesh" bernapas, dan modul komunikasi nirkabel.

"Karena perangkat ini bisa meregang, sekarang kita bisa menyisipkan tampilan pada benda dengan bentuk kompleks, seperti kulit," kata Someya.

Hal ini dapat ditempatkan pada tubuh manusia selama seminggu tanpa menyebabkan radang kulit, dan cukup ringan sehingga pengguna pada akhirnya mungkin lupa bahwa mereka memakainya.

Seiring dengan aplikasi medis, Someya berharap perangkat ini pada akhirnya bisa menghasilkan display yang bisa dipakai untuk berlari untuk memantau denyut jantung atau memeriksa rute yang sedang berjalan.
Dia membayangkan buruh menggunakan display untuk berkonsultasi manual di tangan mereka saat bekerja.

Perangkat ini akan dipamerkan pada pertemuan tahunan Asosiasi Amerika untuk Kemajuan Ilmu Pengetahuan di Texas selama akhir pekan.

Someya menciptakan perangkat ini dalam kemitraan dengan raksasa percetakan Jepang Dai Nippon Printing, yang berharap bisa memasukkannya ke pasar dalam waktu tiga tahun. (age/age)