Menjawab hal itu, PR Manager Oppo Aryo Meidianto mengklaim sistem kecerdasan buatan yang disematkan pada kamera ponselnya aman dan tidak menyimpan data. Alih-alih memata-matai pengguna, Aryo memastkan kecerdasan buatan hanya untuk memaksimalkan hasil swafoto.
Untuk itu pihaknya menggandeng fotografer dan make-up artist dalam membangun sistem yang membuat hasil foto sesuai dengan aslinya. Namun, lagi-lagi ia memastikan fitur ini tidak mengumpulkan data pengguna melalui machine learning.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain A83, Oppo sebelumya sudah menyematkan teknologi kecerdasan buatan pada kamera depan di ponsel F5. Bedanyahanya terletak pada sensor yang disematkan dan segmentasi pasar antara F5 dan A83.
Aryo menjelaskan sejauh ini Oppo masih dalam tahap sangat dasar dalam mengembangkan teknologi kecerdasan buatan yang disebut AI 1.0. Kedepannya, Oppo akan banyak mengeksplorasi AI untuk disediakan dalam bentuk piranti lunak pendukung selfie
"Banyak yangg bisa digarap dari AI kayak sekarang kan masih AI yang basic karena at least yang konsisten mengembangkan kamera depan belum ada," ucapnya sambil menyebut AI yang dikembangkan Oppo mampu membedakan warna kulit, jenis kelamin, dan usia pengguna. (evn)