Dilansir dari cnet.com, Sabtu (24/2), Airbnb menyatakan bahwa eksperimen layanan tersebut sejauh ini berhasil. Pasalnya, sejak diluncurkan pada November 2016, tingkat pemesanan hunian melejit hingga 25 kali lipat. Sepanjang tahun lalu, layanan pengalaman tamasya lokal tersebut meluas dari 12 kota menjadi 60 kota di dunia.
Tahun ini, Airbnb bakal tancap gas dengan menambah daftar kota di mana turis bisa menikmati layanan tersebut diantaranya Tasmania, Islandia, hingga Pulau Paskah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring dengan ekspansi layanan "pengalaman tamasya lokal", perusahaan juga memunculkan empat kategori baru di platformnya. Pertama, kegiatan berdampak sosial (social impact) dengan menggandeng organisasi nonprofit. Misalnya, belajar tentang konservasi laut sembari berselancar.
"Pilihannya tidak terbatas," ujar Zadeh. "Kami terus bekerja sama dengan tuan rumah kami di mana setiap orang dapat menciptakan pengalaman sesuai dengan minatnya."
Lihat juga:Airbnb Batal Lepas Saham pada 2018 |
Tak ayal, Airbnb memperluas layanannya, dari sekedar menyewakan hunian jangka pendek hingga memungkinkan pengguna memesan atraksi dan restoran.
Perusahaan juga bekerja sama dengan pemilik tanah di California dan Florida yang mengizinkan hunian sewa Airbnb di bangunannya. Kemudian, perusahaan juga menjaring klien kelas atas dengan meluncurkan Airbnb Plus and Beyond.
"Perusahaan kami melakukan lebih dari sekedar hunian," ujar pendiri dan CEO Airbnb Brian Chesky. (stu)