Jelang IPO, Xiaomi Klaim Kantongi Pendapatan Lebih Mudah

Eka Santhika, CNN Indonesia | Selasa, 27/02/2018 03:15 WIB
Jelang IPO, Xiaomi Klaim Kantongi Pendapatan Lebih Mudah Xiaomi tercatat mengantongi pendapatan lebih dari 100 yuan jelang IPO. (dok. Xiaomi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Xiaomi mengklaim bisa mengantongi pendapatan Rp216,5 triliun (100 miliar yuan) di 2017 sebelum akhir tahun.

Ini adalah kali pertama perusahaan itu mendapat pendapatan hingga 100 miliar yuan per tahun. Sebuah kebangkitan dari perusahaan yang sempat meredup pada 2016.

Head of International Business Xiaomi, Wang Xiang menyebut bahwa perusahaan mereka telah mencapai target sejak Oktober.


"Ya, kami telah sukses mencapai target bahkan sejak di periode Oktober, November," jelas Wang seperti dikutip CNBC.

Meski demikian, Wang tidak mengungkap berapa pendapatan mereka tahun lalu, pun tak menyebutkan berapa target untuk tahun 2018. Ia hanya mengelak dengan menyebut bahwa perusahaannya akan bisa mencapai lebih dari target tahun sebelumnya.

"Kami bisa mendapat lebih dari 100 miliar yuan di 2018," tuturnya.

Xiaomi terkenal sebagai produsen perangkat yang mengandalkan jualan online untuk menekan biaya pemasaran. Dengan demikian, Xiaomi mengklaim bisa memberikan perangkat dengan spesifikasi di bawah harga pasaran. Tapi, belakangan keberadaan Xiaomi tersingkir oleh dua perusahaan senegaranya Oppo dan Vivo yang bergerak cepat merengkuh pasar di China dan luar China.

Pada kuartal empat 2017, Xiaomi berhasil mendapat pangsa pasar keempat terbesar di dunia. Selain itu, berdasarkan data Gartner hanya Xiaomi yang berhasil mencatat pertumbuhan penjualan perangkat dibanding vendor lain mengalami penurunan.

Perusahaan dengan valuasi US$46 miliar ini juga tengah gencar membuka toko fisik di luar China. Xiaomi juga tengah gencar mengembangkan produk di luar smartphone, seperti pengembangan AI dan perangkat cerdas lain (IoT).

Xiaomi juga kabarnya akan melakukan IPO dan diperkirakan akan mencapai valuasi US$100 miliar. (eks/evn)