Anehnya, ternyata hidrogen yang ditemukan pada masa-masa awal terbentuknya alam semesta ternyata dua kali lebih dingin dari yang sebelumnya diperkirakan. Masih belum jelas mengapa hal ini terjadi.
Temuan ini akan makin mengungkap misteri bagaimana galaksi dan bintang terbentuk, begitu juga soal materi gelap yang ada disekitar kita namun tetap misterius.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertanyaan dari maeri gelap alam ini berada di rangking trtinggi misteri astrofisika abad ini," jelas Poshak Gandhi, associate professor di Universitas Astronomy Group Southampton.
Para peneliti membedah gelombang radio dari luar angkasa dan menemukan sinyal lemah yang timbul ketika bintang pertama "menyala" pada 180 juta tahun setelah kelahiran semesta.
"Ini adalah sinyal pertama ketika bintang mulai terbentuk dan berpengaruh pada medium disekitar mereka," jelas Dr Alan Rogers, salah satu peneliti dari Institut Teknologi Massachusetts.
"Apa yang terjadi di periode ini adalah beberapa radiasi dari bintang pertama mulai membuat hidrogen terliha dan menyerap radiasi. jadi Anda mulai melihat siluet pada frekuensi radio."
"Seluruh sejarah semesta penting untuk menyemai semua struktur yang kita lihat di alam semesta saat ini," jelas Carole Haswell, Head of Astronomy dari Universitas Terbuka.
"Jadi Galaksi Bima Sakti mulai terbentuk di saat itu dan sifat dari bintang-bintang pertama itu sangat memengaruhi cara terbentunknya galaksi," lanjutnya seperti dikutip The Independent. (eks)