Honda Ungkap Dampak Kenaikan BBM pada Penjualan Mobil

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Jumat, 02/03/2018 09:15 WIB
Honda Ungkap Dampak Kenaikan BBM pada Penjualan Mobil Kenaikan BBM belum beri dampak signifikan terhadap penjualan mobil (Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jonfis Fandy selaku Marketing and After Sales Service Director PT HPM mengatakan tak khawatir kalau kenaikan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi akan mempengaruhi penjualan mobil besutannya.

Hal ini terkait keputusan PT Pertamina yang menaikkan harga per liter Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite per 25 Februari silam.

"Secara umum sih tidak ada (dampak) signifikan tapi tergantung kenaikannnya berapa besar dan timing-nya seperti apa," kata dia usai peluncuran New Honda Odyssey di Central Park, Kamis (1/3).


Kendati demikian, Jonfis mengakui bahwa kenaikan harga BBM memang pernah mempengaruhi penjualan mobil di masa lalu. Namun jika pemerintah melakukan sosialisasi dengan baik, maka pengaruhnya tidak akan terlalu besar.

Honda sendiri lebih tak khawatir dengan isu kenaikan BBM ini karena pihaknya memiliki teknologi Eco Assist dan ECON Mode yang diklaim memungkinkan mobil buatannya irit bahan bakar. Fitur itu menjadi salah satu perhatian utama Honda dalam merilis produk baru.

"Fokus kami tentunya bagaimana bisa men-deliver running cost yang rendah setelah membeli mobilnya. Kalau harga BBM naik, saya rasa konsumen logikanya mereka akan lebih memilih mobil yang hemat bahan bakar," ujarnya.

Dia mengakui bahwa terkadang pembeli mobil dari segmen menengah ke bawah sangat memperhatikan efisiensi bahan bakar ini. Bahkan, model mobil kadang bukan menjadi daya tarik utama dalam menggoda calon konsumen.

"Memang segmen medium low atau yang kita sebut first car mobil di bawah Rp200 juta itu running cost merupakan salah satu prioritas utama. Walaupun di medium up bukan berarti tidak, cuman mereka tidak terlau sensitif," kata dia.

Sementara itu, harga BBM jenis Pertamax naik dari Rp300 hingga Rp750 per liter. Kenaikan paling kencang terasa pada jenis Pertamina dex sebesar Rp750 per liter, yaitu dari Rp9.250 menjadi Rp10 ribu.

Sementara, Pertamax naik Rp300 menjadi Rp8.900 per liter. Pertamax turbo juga meningkat dari Rp9.600 menjadi Rp10.100 dan Dexlite naik Rp600 per liter menjadi Rp10.100.

Namun demikian, PT Pertamina (Persero) tidak menaikkan harga BBM jenis Pertalite. Harga Pertalite masih sama, yakni Rp7.600 per liter. (eks/eks)