GM Games & Apps Telkomsel Auliya Fadli menjelaskan pihaknya mempertimbangkan tingkat popularitas suatu gim sebelum menetapkannya sebagai mata lomba. Dalam ukuran tersebut, mobile game seperti Mobile Legends, Vainglory, AOV, hingga Line's Get Rich dianggap lebih populer ketimbang kebanyakan gim PC lain.
"Pemilihan judul game karena mengikuti tren. Kami melihat game-game ini yang sekarang jadi tren," kata Fadli di konferensi pers IGC 2018 di bilangan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (6/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Telkomsel jelas ingin membuat kompetisi buatannya lebih cepat populer lewat pemilihan judul gim tersebut. Hal itu terlihat dari terpilihnya 'Let's Get Rich' yang sejatinya tidak begitu lazim di perlombaan eSport yang biasa didominasi oleh jenis gim first person shooting (FPS) seperti Counter Strike dan Point Blank ataupun multiplayer online battle arena (MOBA) seperti Dota 2.
"Untuk gim konsol sementara belum dipertandingkan tapi di edisi berikutnya mungkin bisa masuk," imbuh Fadli.
Sekitar 300 ribu di antaranya adalah pemain gim berat seperti Mobile Legends dan semacamnya. Sisanya, lebih banyak menikmati gim santai seperti Let's Get Rich hingga Candy Crush.
IGC pertama kali diadakan oleh Telkomsel pada 2017. Peserta dan pengunjung yang mengikuti edisi pertama mencapai 15.000 lebih. Untuk gelaran tahun ini, IGC membuka pendaftaran kompetisi dari 5 Maret kemarin dan berakhir di putaran final pada 20-22 April 2018 di Balai Kartini, Jakarta. (evn)