Bangkai Stasiun Antariksa China Diprediksi Jatuh Akhir Maret

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Kamis, 08/03/2018 05:32 WIB
Bangkai Stasiun Antariksa China Diprediksi Jatuh Akhir Maret Pesawat antariksa Tiangong-1 milik China diperkirakan jatuh ke atmosfer Bumi pada akhir Maret hingga awal April nanti. (dok. CHINA OUT / AFP PHOTO / -)
Jakarta, CNN Indonesia -- China memastikan bahwa bangkai stasiun antariksa Tiangong-1 miliknya akan jatuh ke Bumi pada akhir Maret nanti. Sejauh ini prediksi awal memperkirakan bangkai tersebut akan jatuh ke sekitar atmosfer Bumi psekitar 24 Maret hingga 9 April 2018.

Hanya saja, belum dapat dipastikan di mana lokasi pastinya mendaratnya Tiangong-1. Pesawat antariksa dengan bobot 8.500 kg diperkirakan akan jatuh di koordinat 43 derajat lintang utara hingga 43 derajat lintang selatan.

Beruntung di koordinasi tersebut diketahui area tak berpenghuni dan sebagian besar merupakan samudera. Besar kemungkinan area tersebut di sekitar AS bagian selatan, Spanyol, Portugis, Yunani, China, Timur Tengah, dan negara sekitarnya.


"Dalam beberapa hari sebelum stasiun luar angkasa itu masuk kembali ke Bumi, mungkin kita tidak akan tahu kapan dan di mana dengan lebih baik sekitar enam atau tujuh jam sebelumnya" ungkap ahli astrofisika Harvard Jonathan McDowell kepada The Guardian.

Informasi mengenai pergerakan Tiangong-1 tersebut diperoleh dari Badan Antariksa Eropa (ESA). "Tidak lama lagi, prediksi waktu dan lokasi yang tepat dari Tiangong-1 dimungkinkan, " tulis ESA di blog resmi perusahaan.

Menurut Aerospace Corporation, jatuhnya Tiangong-1 tak akan membahayakan bagi masyarakat yang menghuni Bumi. Kemungkinan pesawata antariksa ini menghantam kepala manusia terjadi 1 juta kali lebih kecil.

Hal itu karena ketika menyentuh atmosfer Bumi, pesawat antariksa ini sudah tak berbentuk utuh tapi berupa serpihan. Besar kemungkinan serpihan Tiangong-1 akan tercecer dalam radius beberapa mil dari koordinasi yang sudah diperkirakan.

Sepanjang sejarah antariksa, belum ada seorang pun yang pernah dirugikan ketika puing-puing pesawat luar angkasa menyentuh atmosfer Bumi.

Tiangong-1 sendiri sebenarnya dirancang dengan masa hidup hingga 2013, namun pemerintah memutuskan untuk memperpanjang usia penggunannya. Hanya saja, pada 2016 China mengumumkan telah kehilangan kontak dan kendali dengan satelit Tiangong-1.

Aerospace Corporation mengklaim Tiangong-1 hilang kontrol sejak Juni 2016. (evn)


BACA JUGA