Xiaomi Agresif, Tapi Belum Geser Oppo-Vivo di Pasar Global

Eka Santhika, CNN Indonesia | Kamis, 08/03/2018 11:52 WIB
Xiaomi Agresif, Tapi Belum Geser Oppo-Vivo di Pasar Global Counterpoint merilis agresvitas Xiaomi di ranah bisnis ponsel pintar dunia. (dok. CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Oppo dan Vivo masih menempati posisi empat dan lima sebagai merek ponsel dengan pangsa pasar terbesar (CY) tahun 2017. Oppo menguasai rata-rata 7,6 persen pangsa pasar dunia, sementara Vivo mengantongi rata-rata 6,45 persen pangsa pasar.

Sementara Xiaomi menguntit dengan rata-rata pangsa pasar sebesar 6,075 persen di sepanjang 2017. Xiaomi mencatat lonjakan pangsa pasar sejak kuartal dua 2017. Bahkan pangsa pasarnya berhasil menyamai Oppo di kuartal empat (Q4) 2017 di angka 7,3 persen dan melampaui Vivo yang hanya mengantongi 5,7 persen.

Pangsa Pasar Pengapalan Smartphone Global (%)2017Q12017Q22017Q32017Q4
Samsung21,60%22,00%20,90%17,60%
Apple13,70%11,20%11,70%18,30%
Huawei9,30%10,50%9,80%9,70%
Oppo7,00%8,30%8,10%7,30%
Vivo6,10%6,80%7,20%5,70%
Xiaomi3,60%6,30%7,10%7,30%
LG4,00%3,60%3,50%3,30%
ZTE3,60%3,30%2,50%2,20%
Lainnya31,10%27,80%29,20%28,80%

Agresivitas pertumbuhan Xiaomi rupanya belum mampu menggoyang pangsa pasar dua saingan senegaranya itu. Counterpoint mencatat Xiaomi mengalami pertumbuhan 56 persen sepanjang 2017.


Pertumbuhan ini didorong oleh penjualan yang kuat di China dan India. Tak cuma penjualan yang kuat, Xiaomi juga rajin melakukan ekspansi pasar. Xiaomi kini tersedia di 60 negara. Padahal di kuartal sebelumnya, Xiaomi hanya hadir di 40 negara saja.

Pertumbuhan pangsa pasar diluar China menjadi basis pertumbuhan dua pemanufaktur China ini. Sebab, pada 2018 pasar smartphone China disebutkan Counterpoint Research telah mengalami saturasi.

Sementara itu, Samsung masih memimpin pasar smartphone global dengan rata-rata 20,5 persen pangsa pasar sepanjang tahun kalender 2017. Disusul oleh Apple di tempat kedua dengan rata-rata 13,7 persen pangsa pasar.

Selain itu, CounterPoint juga menyebut bahwa negara berkembang seperti India, Afrika Selatan, Indonesia, Nigeria, dan Kenya akan jadi negara tujuan yang menarik bagi para pemanufaktur ponsel ini untuk melakukan ekspansi pasar. (age/age)