Beehives Drones, nama tim sang pemenang, menciptakan drone khusus yang bergerak di bidang pertanian. Teknologi paling menonjol dari drone ini adalah ia bisa bergerak tanpa kendali.
Hilton Tnunay, anggota tim Beehives Drone, menjelaskan drone ciptaan mereka bergerak dengan machine learning sehingga tak memerlukan remote control seperti drone pada umumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada intinya dia tidak membutuhkan pilot," ujar Arief.
Sentuhan Ringan
Drone tersebut memang hanya perlu sentuhan ringan untuk operasinya. Pengguna hanya cukup memilih jenis layanan yang mereka inginkan melalui aplikasi di ponsel masing-masing.
Kendati demikian, Arief melihat Beehives Drones masih perlu mencari solusi di aspek manufaktur. Bila produk mereka disukai banyak orang, produksi massal akan diperlukan sehingga manufaktur jadi hal penting yang patut dipecahkan.
Empat tim lainnya itu terdiri dari Carepol asal Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung, FishGator asal Universitas AMIKOM Yogyakarta, Ratatouille dan Taleus asal Institut Teknologi Bandung (ITB). Dengan kemenangan ini, Beehives Drones akan mengikuti Imagine Cup level regional di Kuala Lumpur nanti.
Imagine Cup sendiri adalah turnamen inovasi teknologi dari Microsoft yang diikuti mahasiswa di seluruh dunia. Kejuaraan ternama ini sudah digelar 16 kali dan sebanyak 14 kali diadakan di Indonesia.
Wakil Indonesia di Imagine Cup punya catatan bagus. Mahasiswa dari Universitat Trunojoyo Madura pernah juara dunia pada 2013 dan 2016. Sementara pada tahun lalu, wakil dari ITB berhasil menjuarai level Asia Tenggara dan menjadi sorotan berkat mesin pendeteksi hoaks yang dibuat. (asa)