Dilaporkan Reuters pada Jumat (16/3), ratusan sopir taksi konvensional ini berdemo di depan pengadilan pada Senin lalu ketika sidang awal pada Senin lalu. Mereka membawa poster bernada protes dengan slogan seperti "Kami tidak ini pencuri global Uber".
Para pengemudi ini menuding Uber menjalankan bisnis taksi tanpa lisensi di Turki dan menuntut aplikasi asal Amerika Serikat tersebut dilarang.
Lihat juga:Uber Menyerah di Denmark |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Istanbul sendiri, Uber selalu mendapat tentangan sejak masuk pada 2014 lalu. Beberapa pengemudi Uber mengaku mereka mendapat ancaman bahkan dipukuli oleh sopir taksi konvensional. Tudingan ini dibantah.
Saat ini, Kementerian Dalam Negeri Turki dilaporkan sedang menyusun regulasi untuk menyelesaikan kemelut antara taksi konvensional dan Uber.
"Jika kami tidak mendapat dukungan secara politik, kami akan terus mendengungkan pendirian kami kepada politikus," kaya Eyup Aksu, kepala Badan Bisnis Taksi Istanbul.
Uber sendiri menolak menyebut berapa jumlah pasti pengguna mereka di Turki, yang beroperasi di Istanbul, serta di Bodrum dan Cesme ketika musim panas.
"Kami mencemaskan kekerasan dan melakukan semua yang kami bisa untuk mendukung pengemudi (kami)," kata Uber dalam sebuah pernyataan. Uber juga mengatakan tidak bisa mengungkapkan banyak soal proses pengadilan karena masih berlangsung. (stu)