Tips Otomotif

Mobil Bisa Tempuh Puluhan Km Saat Indikator BBM di Posisi E

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Minggu, 18/03/2018 12:34 WIB
Mobil Bisa Tempuh Puluhan Km Saat Indikator BBM di Posisi E Jangan panik saat indikator bensin di posisi E. (PublicDomainPictures/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat menempuh perjalanan tiba-tiba indikator bensin pada posisi 'E' (empty/kosong). Pengemudi yang mengalami kondisi ini jangan panik, sebab mobil tetap bisa melaju karena masih ada sisa bahan bakar cadangan atau reservoir (RES).

Huruf 'E' sebenarnya bentuk peringatan agar pengendara mengarahkan mobil ke SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum). Bentuk peringatan tiap kendaraan berbeda-beda.

Untuk model analog, terdapat jarum yang mengarah ke posisi E jika bahan bakar menipis. Sedangkan digital, pemberitahuan melalui baris terakhir yang tiba-tiba berkedip. Ada juga hanya berupa logo mesin isi bensin.
Volume cadangan BBM di dalam tangki BMM tiap mobil pun berbeda, umumnya di antara 5 sampai 10 persen dari total kapasitas penuh tangki. Lantas, seberapa jauh kendaraan dapat melaju mencari pom bensin terdekat jika indikator telah mengeluarkan sinyal peringatan?

Kepala bengkel Daihatsu Pangeran Jayakarta Dolf Valentino menjelaskan setiap kendaraan memiliki persediaan cadangan bahan bakar meski indikator telah memberi isyarat. Dan memastikan berapa jarak yang bisa ditempuh dalam posisi RES cukup mudah.

Jika BBM tersisa 5 liter (dalam kondisi indikator menyala), selanjutnya rata-rata jarak tempuh tiap liter 10 km per liter cukup dikalikan 5 x 10, dan keluar angka 50. Dalam hal ini kendaraan bisa menempuh setidaknya sampai 50 km untuk mencari SPBU terdekat.
Dolf memberi contoh pada model MPV yang umumnya tersisa lima sampai 10 liter. Sisa bahan bakar bisa dimanfaatkan oleh pengemudi menggerakkan mobil hingga sejauh 50 sampai 100 km.

"Kalau indikator BBM berkedip kurang lebih masih ada sekitar lima sampai dengan 10 liter," ujar Dolf.

Untuk menjangkau jarak yang diinginkan setidaknya sejak awal (peringatan menyala) tiap pengendara menggunakan mobil dengan bijak. Dolf menyarankan agar pengemudi berkendara secara konstan agar konsumsi bahan bakar lebih efisien, selain tidak menyalakan pendingin ruangan atau ac.

"Dan bisa berjalan kurang lebih masih sampai 100 km," tutup Dolf. (mik)