Penjualan Nissan Motor Indonesia (NMI) dalam beberapa tahun terakhir perlahan turun, karena diduga tergusur produk-produk baru yang berdatangan dan menawarkan sejumlah keunggulan.
Produk Livina yang sempat membawa Nissan masuk lima besar penjualan mobil nasional tercatat tak mampu lagi mendongkrak citra perusahaan yang memiliki markas di Yokohama itu.
Lihat juga:Mendung Masih Menggelayuti Nissan Indonesia |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjualan wholesales Nissan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tidak sampai 2.344 unit (Januari-Februari 2018), atau anjlok pada periode sama tahun lalu yang angkanya mencapai 4.228 unit.
Lihat juga:Brio Salip Ignis pada Februari 2018 |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu yang menjadi sorotan pada Wuling adalah target memiliki 80 dealer tahun ini. Hingga saat ini, sudah ada 50 dealer yang beroperasi. Sedangkan Nissan menargetkan jumlah dealer meningkat menjadi 121 unit hingga akhir tahun lalu.
Lantas bagaimana jika tidak ada produk baru untuk merangsang konsumen untuk melakukan pembelian. Ini yang harus diantisipasi produsen, sebab budaya konsumtif masih kental di tengah masyarakat Indonesia.
Dengan meningkatnya layanan dan tersedia produk mobil baru, maka perusahaan juga langsung mendapat sambutan positif dari konsumen. Wuling pun harus berhati-hati dengan low MPV Nissan yang akan datang. Produk rebagde Mitsubishi Xpander itu dikabarkan memiliki fitur yang diinginkan konsumen.
Lihat juga:Wuling Indonesia Dikejar Target Balik Modal |
"Produk akan memberi yang terbaik. Tapi tetap sangat kompetitif. Fitur canggih desain keren, teknologi. Pasti ada Nissan Inteligent Mobility," kata Budi beberapa waktu lalu.
Wuling sendiri bisa dibilang berpikir konvesional dengan menyediakan kendaraan jenis MPV yang sangat digandrungi masyarakat. Mereka belum terlihat tanda-tanda melansir model SUV bahkan sedan yang kian dijauhi konsumen. (mik)