Pengamat keamanan siber Alfons Tanuwijaya mengungkapkan ada beberapa metode pencurian kartu kredit. Basisnya dua metode yakni online dan offline.
"Kalau online yah memanfaatkan malware, phishing, spam, hacking. Semua yang berhubungan dengan rekayasa sosial dan peretasan," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (21/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Phising sendiri merupakan proses pengambilan data pribadi seperti nomor kartu kredit, nomor telepon, username suatu akun hingga passwordnya. Trik dari phising yakni memancing agar korban mau menyerahkan data.
"Internet biasanya merupakan tempat mereka (pelaku kejahatan) memanfaatkan data kartu yang didapatkan karena mudah dan tidak ada resiko tertangkap jika belanja tatap muka," ujarnya.
Lihat juga:Antisipasi 'Skimming' saat Tarik Uang di ATM |
"Pencarian data waktu di gesek ke restoran atau toko atau hotel sulit dicegah," tambahnya. (age)