Terkait Skandal Facebook, Path Berencana Bongkar Aplikasi

Eka Santhika, CNN Indonesia | Jumat, 23/03/2018 00:14 WIB
Setelah skandal penyalahgunaan data pribadi Facebook mencuat, mantan Pendiri Path berencana untuk membangun ulang Path. Path (Kiky Makkiah)
Jakarta, CNN Indonesia -- CEO dan co-founder Path, Dave Morin mengumumkan akan membangun ulang Path. Hal ini dilakukan setelah pihaknya mendapat permintaan dari berbagai pihak.

Permintaan ini datang terutama terkait dengan skandal penyalahgunaan data pengguna Facebook menerpa. Ia pun meminta warga Twitter untuk mengontaknya jika tertarik dengan ide membangun ulang Path.




Setelah cuitannya terbit, tanggapan positif pun berdatangan. Diantaranya dari Mike DiCarlo mantan Direktur Teknik Path, salah seorang angel investor Jason Calcanis, dan founder Layer, Ron Palmeri.

Mereka berminat untuk berkolaborasi atau berinvestasi untuk mendukung usaha Path ini, demikian dilaporkan The Next Web
Kondisi Facebook yang terpuruk setelah kasus ini mencuat membuat perusahaan itu kehilangan pendapatan valuasinya sebesar US$50Miliar dan sahamnya merosot hingga lebih dari 9 persen. 

Kondisi ini diperparah dengan kampanye untuk bersama-sama menghapus akun facebook lewat tagar #deletefacebook, yang didukung oleh berbagai tokoh didunia termasuk pendiri WhatsApp Brian Acton.

Path kabarnya sempat menolak pinangan akuisisi dari Google senilai US$100 juga dan lebih memilih akuisisi perusahaan internet asal Korea Selatan, Daum Kakao pada 2015, seperti dilaporkan Tech in Asia.

Dave Morin dulunya merupakan mantn karyawan dari Facebook, dan bertanggung jawab dalam pembuatan platform pengembang Facebook Connect.

Facebook Connect adalah yang memungkinkan perusahaan aplikasi untuk menumpulkan data dari pengguna seperti yang dilakukan oleh Cambidge Analytica untuk mendapatkan 50 juta profil pengguna.

Namun Morin sudah bertahun-tahun lamanya meninggalkan Facebook, saat Facebook Connect mulai diekploitasi untuk memanen data demi keuntungan perusahaan. (btg/eks)