Pendiri WhatsApp, Brian Acton menjadi salah satu sosok yang menyerukan kampanye tersebut melalui akun Twitter pribadinya.
Melalui akun Twitter, Brian yang telah hengkang dari WhatsApp pada akhir 2017 itu mencuitkan bahwa ini saat yang tepat untuk menghapus akun Facebook.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disamping itu, pemerintah Inggris juga dikabarkan akan menempuh langkah serupa. Zuckerberg dilaporkan akan menempuh jalur investigasi pemilahan hoaks dan berita palsu.
CA diketahui mengumpulkan data mulai dari identitas pengguna, jaringan pertemanan, hingga jumlah 'like' pengguna Facebook. Data-data ini disebut untuk memetakan kepribadian berdasarkan apa yang orang sukai untuk menarget audiens dengan iklan digital.
Pada saat itu, aktivitas tersebut yang diizinkan Facebook. Namun, saat ini sudah dilarang. Sebelumnya, teknik serupa telah dikembangkan oleh Pusat Psikometrik Universitas Cambridge.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Facebook belum mengeluarkan pernyataan baik berupa sanggahan ataupun mengakui ada pembobolan tersebut. Keberadaan Mark Zuckerberg dan Sheryl Sandberg pun hingga kini masih menjadi teka-teki untuk menjawab krisis yang dihadapi perusahaan. (evn)