Reuters mendapatkan kabar tersebut dari surat elektronik internal yang beredar di internal Gojek.
"Persiapan sudah berjalan dengan baik dan dalam beberapa pekan ke depan peluncuran negara (operasional) baru akan diumumkan," bunyi surat elektronik itu yang beratasnamakan CEO Gojek Nadiem Makarim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, surel internal itu juga mengemukakan bahwa setelah negara pertama diumumkan, akan ada tiga negara lain yang akan 'diinvasi' oleh Gojek.
Kabar kepastian ekspansi Gojek ke negara lain ini mengemuka tak lama setelah Uber menyerah dalam bisnis pemesanan kendaraan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Dalam surel tadi, Nadiem percaya diri bahwa strategi dan kondisi keuangan mereka sanggup mengangkat level mereka dari jagoan kelas lokal menjadi pemain level internasional.
Secara finansial, Gojek memang bukan lagi pemain lokal biasa. Investor mereka merentang dari perusahaan lokal hingga perusahaan global, termasuk Temasek asal Singapura, Tencent asal China, dan Google asal Amerika Serikat.
Dengan rencana tersebut, Gojek akan berusaha menyaingi posisi Grab di pasar regional. Setelah mundurnya Uber dari persaingan, otomatis hanya Grab yang leluasa menggarap pasar Asia Tenggara yang merupakan tempat hidup bagi 640 juta jiwa. (eks)